Ratusan ASN Panik

305
Terlihat ratusan ASN berhamburan keluar Gedung Dibaleka II pada saat getaran gempa mengguncang gedung pencakar langit tersebut

Balaikota | jurnaldepok.id
Kepanikan terjadi di gedung Balaikota Depok. Ratusan Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemkot Depok berhamburan keluar saat gempa terjadi di Depok selama kurang dari satu menit. Mereka lebih memilih menuruni lantai atas menggunakan tangga daurat tidak dengan lift.

Salah satu ASN Depok, Ichsan Septiadi mengatakan saat terjadi gempa, dirinya sedang berada depan komputer.

“Saya kaget, komputernya bergetar. Reflek saja saya teriak gempa dan langsung keluar dari kantor di lantai 6 menuju lantai bawah,” terangnya.

Terlihat para ASN berhamburan ke lantai bawah depan Gedung Baleka II Balkot Depok. Meski gempa sudah berlalu, mereka lebih memilih untuk di luar gedung terlebih dahulu dikhawatirkan ada gempa susulan.

Sementara itu akibat gempa yang terjadi di Banten, kerusakan bangunan terjadi di gedung perpustakaan Depok. Plafon perpustakaan ambruk saat gempa. Namun bagian yang ambruk hanya pada lantai tiga saja.

“Lantai satu dan dua aman,” kata Kasi Perpustakaan Kantor Arsip dan Perpustakaan Kota Depok, Ima Halimah.

Akibat ambruknya plafon, sejumlah peralatan yang ada dalam ruangan lantai tiga pun rusak. Antara lain monitor komputer dan pendingin ruangan. “Karena tertimpa plafon yang ambruk akibat gempa,” katanya.

Beruntung tidak ada korban jiwa dalam gempa tersebut. Begitu gempa, seluruh pegawai pun langsung keluar gedung untuk menyelamatkan diri. Soal kerugian, Ima belum dapat memastikan.

“Belum ditaksir jumlahnya. Yang jelas tidak ada korban,” tandasnya.

BMKG merilis kejadian gempa yakni pada hari Selasa, 23 Januari 2018, pukul 13:34:53 WIB, wilayah Samudera Hindia Selatan Jawa diguncang gempa bumi tektonik. Hasil analisis BMKG menunjukkan bahwa gempabumi berkekuatan M=6,1 terjadi dengan koordinat episenter pada 7,23 LS dan 105,9 BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 43 km arah selatan Kota Muarabinuangeun, Kabupaten Cilangkahan, Propinsi Banten pada kedalaman 61 km.

Dampak gempabumi yang digambarkan oleh peta tingkat guncangan (shakemap) BMKG menunjukkan bahwa dampak gempabumi berupa guncangan berpotensi dirasakan di daerah Jakarta, Tangerang Selatan, Bogor, II SIG-BMKG (IV-V MMI).

Gempabumi selatan Jawa-Bali-Nusa Tenggara ini termasuk dalam klasifikasi gempabumi berkedalaman dangkal akibat aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia ke bawah Lempang Eurasia.

Hingga pukul 13:46 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempabumi susulan (aftershock). Kepada masyarakat dihimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. nNur Komalasari

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here