Kosan Pelaku LGBT Digeledah

167
Anggota Polresta Depok saat menggeledah kosan milik pelaku LGBT

Pancoran Mas | jurnaldepok.id
Polresta Depok menggeledah tempat kos salah satu pelaku penyimpangan seksual RS di wilayah Cinere. Dari hasil penggeledahan polisi menyita sejumlah barang milik pelaku. Antara lain buku catatan, flash disk, buku tabungan dan kartu ATM.

Tidak hanya tempat kos RS, polisi juga mendatangi tempat kebugaran yang diduga digunakan pelaku saat merekam adegan video seksual sesama sejenis.

Kasat Reskrim Polresta Depok Kompol Putu Kholis mengatakan pihaknya melakukan pemeriksaan dan penggeledahan di kosan tersangka.

“Kami juga mendatangi tempat gym yakni di wilayah Rangkapan Jaya Kecamatan Pancoran Mas. Dari situ kami ingin pastikan situasi di TKP terkait video yang direkam. Kosan digeledah untuk pemenuhan alat bukti. Kami rasa perlu dilakukan untuk kelengkapan berkas,” ujarnya Selasa (23/1).

Barang-barang yang ada dalam kosan RS, selanjutnya akan dilakukan kroscek kepada tersangka guna menambah keterangan RS.

“Hasil yang disita ada beberapa catatan yang perlu didalami, ada data-data digital di flash disk, buku rekening, ATM,” ucapnya.

Pihaknya juga tengah melakukan pemeriksaan terhadap saksi baru. “Kami lakukan pemeriksaan terhadap saksi baru, tapi dirahasiakan identitasnya,” tambah Putu.

Terkait akun twitter milik pelaku RS, hingga saat ini akun tersebut masih dalam proses pendalaman penyelidikan, sehingga belum dapat dilakukan pemblokiran.

“Kami masih perlu mendapatkan bukti rekam digital, kemudian siapa saja yang terlibat,” katanya.

Tercatat sudah ada lima orang saksi yang sudah dilakukan pemeriksaan. Pihaknya saat ini sedang fokus ke penguatan alat bukti termasuk saksi tambahan.

“Iya kami fokus ke penguatan alat bukti dan keterangan saksi,” tutupnya.

Sementara itu salah satu saksi Ridwan menjelaskan kronologis penangkapan RS dan MS. Ridwan merupakan salah satu member tempat kebugaran yang berlokasi di Rangkapan Jaya.

“Awalnya saya diberi tahu teman, kalau tempat saya nge gym ada yang beradegan mesum. Saya dikirimin screenshot video rekaman tindakan asusila itu. Terus saya lapor ke pemilik gym, selanjutnya pemilik lapor ke Polsek Pancoran Mas,” tutur Ridwan.

Ia memaparkan dirinya diminta mencari tahu alamat twitter yang digunakan pelaku untuk menyebabkan video itu. Setelah mengetahui twitternya, Ridwan mengupload video tersebut. Dirinya kaget ternyata lokasi beradegan mesum memang tempat dia biasa fitness.

“Saya kaget memang itu tempat gym yang biasa saya latihan disana. Kemudian gestur dari salah satu pelaku saya kenal yaitu MS, dia karyawan tempat gym,” paparnya.

Selanjutnya ia melihat nomer telepon pelaku dan pin BB yang tertera di akun twitter pelaku RS. “Saya jebak dia, pura-pura mau booking. Awalnya ketemu di komplek BDN, tapi karena dia minta uang saya pindah ke DTC. Waktu itu saya iming-imingi Rp 800 ribu meski dia meminta Rp 500 ribu,” ucapnya.

Sebelum mengajak RS bertemu, lanjutnya, Ridwan menghubungi pemilik gym dan Polsek Pancoran Mas agar nanti bisa menangkap PSK gay tersebut.

“Sampai di ATM DTC saya pura-pura ambil uang. Pemilik gym dan polisi yang ada disana langsung menangkap pelaku. Saat ditangkap RS mengakui kalau video yang direkam dan diupload memang dia yang buat. Kemudian dia dibawa ke Polsek Pancoran Mas,” terangnya.

Selanjutnya untuk pelaku MS, Ridwan memancing pelaku dengan berpura-pura mengajak nya ke Polsek Pancoran Mas.

“Saya bilang ke dia kalau ada urusan disana, saya minta temenin dia. Terus saya jemput dia di tempat fitness. Sesampainya di Polsek, sudah ada RS yang ditangkap dan pemilik gym juga ada disana,” pungkasnya.

Pemilik gym, Yos Desambra mengaku tidak menyangka jika tempat gym miliknya dijadikan aktivitas mesum seperti itu.

“Saya dapat kiriman video dari teman saya, ternyata salah satu pelaku nya karyawan saya yakni MS. Dia bukan instruktur fitness tapi yang suka jaga fitnes,” ungkapnya.

Dirinya tidak menyangka jika MS berperilaku seperti itu. Dimata Yos, MS sosok lelaki sekali. “Dia laki banget, nggak nyangka aja kayak gini. Setiap Minggu kita memang libur. Ke depan saya akan lebih perketat baik karyawan maupun member, jika ada yang aneh-aneh saya akan laporkan ke polisi,” tandasnya.nNur Komalasari

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here