Pemeran Video LGBT Diintrogasi

122
Petugas Polresta Depok saat melakukan introgasi terhadap pelaku sekaligus pemeran video mesum sejenis di Mapolresta Depok

Margonda | jurnaldepok.id
Fakta baru terungkap dari kasus penyimpangan seksual yang terjadi di pusat kebugaran di Rangkapan Jaya, Pancoran Mas. Salah satu pelaku RS bahkan sudah mengupload video hubungan seksual sejenis sebanyak 20 kali. Video itu disebarluaskan melalui akun twitter pribadinya.

“Berdasarkan pengakuan tersangka RS, ternyata bukan hanya melakukan hubungan menyimpang dengan MS melainkan dengan 50 orang yang berbeda-beda,” ujar Kapolresta Depok Kombes Pol Didik Sugiarto kemarin.

Ia menambahkan pihaknya juga tengah melakukan pendalaman kasus terkait siapa saja yang terlibat dalam video tersebut.

“Kami lakukan pendalaman terkait orang nya siapa saja yang ada dalam video. Pihak lain juga akan dilakukan pemeriksaan,” tambah Kapolres.

Dirinya menjelaskan motif pelaku melakukan hal tersebut lantaran kebutuhan ekonomi.

“Jadi RS mendapatkan uang dari aktivitas ini. Informasi nya transaksi nya sekitar Rp 300 ribu hingga Rp 700 ribu. Untuk kedua pelaku pada saat melakukan hal tersebut adalah suka sama suka,” jelasnya.

Diakui pelaku, lanjut Kapolres, RS dan MS setidaknya melakukan hubungan sejenis sebanyak lebih dari tiga kali. Keduanya berkenalan di media sosial khusus gay.

“Melakukan nya suka sama suka. Semuanya dilakukan di sebuah pusat kebugaran di wilayah Rangkapan Jaya Pancoran Mas. Waktunya setiap Minggu karena setiap hari itu sepi dan tempat gym tutup. Dipilihnya tempat tersebut karena menurut mereka ada pengalaman baru disana,” paparnya.

Ia menuturkan berdasarkan keterangan pelaku, sebab musabab mereka terjerumus ke dalam hubungan penyuka sesama jenis dikarenakan pernah menjadi korban serupa di masa lalu.

“Dari pengakuan tersangka, mereka dulu nya pernah menjadi korban. Kemudian menjadi tertarik untuk melakukan itu secara terus menerus,” tutur Kapolres.

Kini keduanya terus menjalani pemeriksaan secara intensif dan harus mendekam di sel tahanan Polresta Depok.

“Mereka sudah ditetapkan sebagai tersangka dan diduga melanggar undang pornografi dan juga undang-Undang transaksi elektronik. Itu pasal yang kami kenakan, dengan ancaman di atas lima tahun dan maksimal untuk pornografi 12 tahun penjara, ” pungkasnya.

Sementara itu salah satu tersangka RS memilih bungkam, ketika awak media mencoba menanyakan motif kejahatan yang dilakukannya. Dirinya hanya bisa menunduk tanpa mengeluarkan sepatah katapun.nNur Komalasari

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here