Coklit KPU Sasar Semua Kalangan

109
Ketua KPU Jabar dan KPU Kota Depok saat melakukan coklit di kediaman Menaker, Hanif Dakiri

Pancoran Mas | jurnaldepok.id
Pelaksanaan penyocokan dan penelitian (coklit) data pemilih terus dilakukan serentak Komisi Pemilihan Umum. Jika sebelumnya KPU Depok menyambangi artis dan politikus, kemarin KPU mendatangi kediaman rumah Menteri Tenaga Kerja, Hanif Dakiri yang berlokasi di Perumahan Permata Depok, Cipayung.

Ketua KPU Jawa Barat, Yayat Hidayat mengatakan kegiatan coklit serentak dilakukan di Jawa Barat. Untuk dua hari pertama, kegiatan menyasar rumah publik figure atau tokoh masyarakat.

Menurutnya coklit dilaksanakan agar pihaknya mengetahui pemilih yang mana saja sudah tidak terdaftar atau tidak memiliki hak pilih. Sedangkan untuk coklit kepada publik figure dilakukan guna menyingkirkan stigma sulitnya mengakses masyarakat dari kalangan menengah atas.

“Kami sering mendapat keluhan mengenai coklit. Menurut saya mendatangi rumah pejabat tidak terlalu susah. Yang sulit itu ke rumah pembisnis,” katanya kemarin.

Ia mengungkapkan kesulitan untuk mencoklit ke rumah-rumah mewah lantaran masyarakat belum mengetahui pentingnya kegiatan tersebut dalam kegiatan Pilgub yang akan berlangsung.

“Sosialisasi perlu dilakukan sehingga masyarakat tahu kegiatan Pilgub yang sedang berlangsung,” terangnya.

Hasil evaluasi selama dua hari pelaksanaan coklit di rumah publik figure menyatakan para publik figure yang dicoklit sangat menerima dan mudah untuk diakses.

“Alhamdulilah dari dua hari coklit yang kami lakukan ke publik figure tidak ada kendala, kami diterima dengan baik. Untuk di Depok sudah melakukan coklit ke musisi Adi MS, aktris Meriam Belina dan Pak Menteri Hanif Dakiri,” tuturnya.

Menurutnya Kota Depok dan kota di Jawa Barat yang berbatasan langsung dengan DKI Jakarta merupakan kota-kota yang paling banyak pemilih dari kalangan publik figure nya.

“Kota Depok yang terbanyak pemilih publik figurenya,” katanya.

Ia memaparkan untuk di Jawa Barat, Daftar Penduduk Potensial Pemilih Pemilu (DP4) sebanyak 35,5 juta jiwa. Jumlah tersebut dapat bertambah atau berkurang. “Proses coklit ini yang menentukan apakah pemilihnya berkurang atau bertambah,” tutupnya.

Sementara itu, Ketua KPU Kota Depok Titik Nurhayati mengatakan dalam pelaksanaan coklit yang menyasar publik figure, pihaknya harus lebih banyak mengerti kegiatan tokoh atau publik figure yang dicoklit.

“Kendalanya tidak ada dalam pelaksanaan coklit ini, tapi mungkin kami harus lebih sering menyesuaikan dengan jadwal mereka,” tandasnya.

Menteri Tenaga Kerja Hanif Dakiri mengapresiasi kinerja yang sudah dilakukan pihak KPU.

“Saya rasa ini penting ya, guna mengetahui data pemilih nanti berapa banyak. Selain itu masyarakat juga lebih paham mengenai tahapan Pilgub mendatang,” pungkasnya.nNur Komalasari

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here