Peremas Payudara Ternyata Seorang Duda

410
Polresta Depok akhirnya menangkap pelaku peremas payudara, pelaku langsung digelandang ke Mapolresta Kota Depok

Margonda | jurnaldepok.id
Pelaku pelecehan peremas payudara akhirnya tertangkap. Pelaku berinisial I (29) diciduk anggota Satreskrim Polresta Depok di rumahnya di Mekarsari, Cimanggis. Saat tertangkap pelaku tak berkutik, dia hanya bisa pasrah ketika para pelaku meringkusnya.

Kasat Reskrim Polresta Depok, Kompol Putu Kholis Aryana mengatakan pelaku berhasil diciduk pada Senin malam (15/1). Saat ditangkap pelaku mengakui perbuatannya.

“Pelaku remas payudara sudah tertangkap oleh anggota. Dia mengakui perbuatannya,” katanya kemarin.

Ia menambahkan jika motif pelaku adalah iseng dan bertindak secara spontan.

Putu menjelaskan dalam menjalankan aksinya, pelaku mengaku tidak memilih-milih korban. “Pelaku tidak kenal korban. Dia memilih korban random. Dia ngaku hanya iseng, spontan dan melihat jalanan sepi,” jelasnya.

Sebelum melakukan aksinya, pelaku mengaku masuk ke gang Jalan Kuningan, Beji untuk mencari konter HP guna mengisi pulsa.

“Kemudian pelaku lihat korban sedang jalan sendirian, dia melihat dari arah belakang. Lantas secara spontan meremas payudara korban sebelah kanan dengan menggunakan tangan sebelah kiri. Pelaku melakukan itu sambil naik motor,” ucapnya.

Ia memaparkan jika pelaku sempat takut karena aksinya viral di media sosial. Untuk menutupi jejak nya, pelaku membakar jaket yang dikenakan saat kejadian.

“Dia bakar jaketnya, karena tahu aksinya itu viral. Belakangan diketahui pelaku nganggur sejak November 2017 dan istrinya sudah meninggal sejak setahun lalu,” papar Putu.

Terkait kejadian pelecehan lain, hingga saat ini pelaku mengaku baru pertama kali melakukan hal tersebut.

“Ngaku nya baru sekali, namun kami terus lakukan penyelidikan lebih dalam. Pelaku juga nggak memiliki kelainan seksual, dia katanya hanya iseng,” terangnya.

Atas perbuatannya tersebut pelaku terancam Pasal 281 KUHP tentang merusak kesopanan dimuka umum. “Dengan ancaman penjara 2 tahun 8 bulan,” pungkasnya.

Pelaku I mengaku melakukan perbuatan tersebut secara spontan. Ia juga mengaku hanya iseng saja melakukan itu.

“Saya ngelakuin itu spontan. Saya menyesal. Saya minta maaf kepada korban dan warga Depok,” ucap pria berbadan tinggi dan berkacamata tersebut.

Sementara itu, korban pelecehan, Amanda mengapresiasi kinerja kepolisian yang cepat menangkap pelaku.

” Alhamdulillah polisi dalam waktu singkat dapat menangkap pelaku,” ujarnya.

Dirinya mengaku langsung bersujud syukur setelah mengetahui pelaku pelecahan terhadap dirinya terungkap.

“Tadi saya sempat ketemu sama pelaku. Dia minta maaf dan mengatakan kalau khilaf. Dia bilang sedang stres karena nganggur,” katanya.

Meski demikian dirinya tetap ingin pelaku diproses secara hukum. “Saya nggak mau berdamai, dia harus dihukum. Terus terang saja saya masih trauma. Kalau keluar rumah sendirian saya takut, makanya suka ditemenin sama keluarga,” terangnya.

Sesaat sebelum kejadian, lanjutnya, dirinya mengaku ada perasaan tidak enak.

“Saya sudah ngerasa nggak enak, tapi cuek aja. Ternyata dia berbuat tidak senonoh. Usai kejadian saya langsung telepon pacar, dan setelah tenang saya ke rumah warga yang punya CCTV. Kebetulan saya tahu kalau ada yang pasang. Memang pada saat kejadian jalanan sepi sekali, saya lagi apes,” paparnya.

Sebelumnya kasus pelecehan dengan modus meraba payudara terekam CCTV milik salah satu warga. Dalam rekaman tersebut tampak pria bermotor meremas payudara seorang wanita yang belakangan diketahui bernama Amanda (22). Usai melakukan perbuatannya pelaku melarikan diri ke arah Jalan Raya Margonda.nNur Komalasari

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here