Obesitas Di Depok Meningkat

435
Nila Djuwita F Moeloek

Pancoran Mas | jurnaldepok.id
Menteri Kesehatan RI, Nila Djuwita F Moeloek mengatakan penderita obesitas di Depok mengalami peningkatan. Hal tersebut dikatakannya ketika memberi sambutan dalam acara peresmian RSIA Bunda Aliyah Depok.

“Kota Depok sudah mulai obesitasnya meningkat, Kota Depok rasanya kulinernya sudah agak kelewatan, jadi obesitas di Kota Depok meningkat,” ujar Nila, Selasa (16/1).

Ia mengatakan, pola makan dan gizi harus seimbang. Karena obesitas, nantinya dapat menyebabkan pula penyakit gula, jantung dan hypertensi.

“Data BPJS jelas nomor satu itu uang keluar karena penyakit jantung cukup tinggi, ini harus dicegah. Bukan kami melarang makan, namun saat ini namanya gizi seimbang, namun Pak Wapres dulu bilang lebih enak empat sehat lima sempurna, sebenarnya sama saja, proteinnya cukup, karbohidrat, vitamin, buah-buhan dan sayur juga harus cukup,” paparnya.

Dari itu, kata dia, hal itu harus seimbang. Dijelaskannya, ketika hari ini makan terlampau banyak dan enak, lusanya ia berharap besoknya dapat puasa. Namun untuk angka obesitas di Depok, Nila tidak mengetahui secra pasti.

“Kalau anak-anak sekitar 4-5 persen meningkat, cara kita makan. Di satu sisi meningkat, di satu sisi ada yang kekurangan,” katanya.

Menanggapi hal itu Walikota Depok, Mohammad Idris mengatakan perlu dilakukan penghitungan antara berat dan tinggi badan untuk menentukan orang tersebut obesitas atau tidak.

“Bisa dihitung dari usia, berat dan tinggi badan. Misalnya tinggi badan saya 165 namun berat badan saya 90, itu tidak boleh. Idealnya tingga badan 165 berat badannya 70kg, kalau 60 kekurusan,” tandasnya.

Idris mengatakan, penyebab obesitas bukan semata karena faktor kuliner, akan tetapi pola hidup pun menjadi faktor utama.

“Misalnya begadang, kalau jam 11 malam atau jam 2 pagi itu sudah lapar lagi. Ini yang bisa membuat orang gemuk. Jadi pola makan dan pola hidup harus dikontrol, begitu juga harus rajin olahraga,” katanya.

Kebanyakan masyarakat, kata dia, olahraga yang dilakukan seperti main bola bukan olahraga kebugaran. Di mana, setelah melakukan olahraga tersebut seperti main bola makannya luar biasa, ditambah lagi dengan merokok.

“Ini yang menyebabkan kegemukan, sudah gemuk nanti hypertensi, jantung dan seterusnya,” pungkasnya. n Rahmat Tarmuji

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here