Lurah Ultimatum PKL

183

Cinere | jurnaldepok.id
Kepala Kantor Kelurahan Cinere Pupung Purwawijaya mengingatkan kepada jajaran pengelola pedagang kaki lima (PKL) Ruko Blok A Rw 06 Cinere untuk memperhatikan masalah kebersihan disekitar areal tempat berjualan para pedagang pasalnya kata dia kawasan perparkiran Blok A Cinere saat ini terlihat sangat kumuh akibat kehadiran para pedagang yang membuka lapak diseputar kawasan itu.

“Saya sudah panggil ketua paguyuban PKL dan saya sudah tekankan sama dia untuk memperhatikan masalah kebersihan dan bilamana instruksi ini tidak diindahkan maka kami akan mengeluarkan kebijakan larangan berjualan di halaman ruko, ” ujar Pupung kepada Jurnal Depok usai memimpin kegiatan kerja bakti membersihkan saluran air (Drainase) di areal perparkiran Blok A Cinere.

Dikatakannya keberadaan para pedagang kaki lima yang tidak memperhatikan masalah kebersihan lingkungan sangat berdampak terhadap kesemrawutan kawasan pusat perbelanjaan diwilayah itu terlebih lanjut dia keberadaan PKL membuat saluran air disisi ruas jalan depan Ruko menjadi tersumbat lantaran para pedagang kerap membuang sampah dibidang saluran.

“Saluran air (Drainase) ini tidak lagi berfungsi sebagaimana mestinya karena didalamnya penuh dengan sampah sisa makanan yang dibuang oleh para pedagang oleh karena itu mulai sekarang kami harus tegas dan tidak lagi memberikan toleransi jika pihak pengurus paguyuban PKL itu tidak bisa membina para pedagang terkait kewajiban menjaga kebersihan, ” imbuhnya.

Pernyataan senada juga dilontarkan oleh Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kelurahan Cinere Zamroni Zonal.

Menurutnya selama ini pengelola PKL kurang memperhatikan masalah kebersihan lingkungan sekitar lapak pedagang sehingga kawasan pusat perbelanjaan itu menjadi kunuh dan semrawut.

“Pengurus Paguyuban PKL harusnya memiliki tanggung jawab untuk membina para pedagang agar memperhatikan masalah kebersihan dan tidak hanya mengambil retribusinya saja karena jika itu tidak diperhatikan maka bisa saja kawasan ini nantinya akan kembali ditertibkan oleh Satpol PP dengan alasan kumuh dan semrawut, ” pungkas Zonal. n Asti Ediawan

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here