RS Brawijaya Hadir di Depok

3004
Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan ketika menandatangani prasasti sebagai tanda diluncurkannya RSIA Brawijaya, Bojongsari

Bojongsari | jurnaldepok.id
Satu lagi rumah sakit yang concern terhadap kesehatan ibu dan anak hadir di Kota Depok. Rumah sakit yang diberi nama Brawijaya tersebut kini hadir di wilayah Bojongsari Baru, Kecamatan Bojongsari.

Rumah Sakit Brawijaya Bojongsari merupakan cabang dari RS Brawijaya, Taman Brawijaya, Jakarta Selatan. Wilayah ini menjadi pilihan karena Bojongsari yang menjadi bagian dari Kota Depok masih menjadi kota yang terus berkembang dalam segala aspek. Di wilayah Bojongsari ini jug dikelilingi perumahan dan terus berkembang.

“Brawijaya Women & Children Hospital Bojongsari memiliki healing ambiance, yaitu suasana yang jauh dari citra ‘seram-menakutkan’, karena bagi kami kenyamanan pasien adalah salah satu kunci dari kesembuhan. Tim Brawijaya Hospital Bojongsari juga siap melayani semua kebutuhan personalize dari pasien dan keluarga selama 24 jam,” ujar Amira Ganis, Direktur Utama Brawijaya Healthcare, Kamis (11/1).

Lebih lanjut ia mengatakan, Brawijaya Women & Children Hospital Bojongsari memiliki fasilitas ruang perawatan kelas premium yang mengutamakan kenyamanan pasien, serta ruang perawatan anak dan bayi.

“Rumah sakit kami juga dilengkapi dengan fasilitas pendukung sperti laboratorium, radiologi, rehabilitasi medis, serta konsultasi psikologi dan psikiatri. Semua fasilitas, tenaga medis profesional dan pelayanan kesehatan terbaik ada di sini,” paparnya.

Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan yang meresmikan langsung rumah sakit tersebut mengucapkan selamat atas diresmikannya Rumah Sakit Brawijaya Bojongsari. Dalam kesempatan itu, Aher juga berpesan kepada rumah sakit yang ada di Depok untuk dapat menerima pasien BPJS.

“Kami menyambut baik hadirnya Rumah Sakit Brawijaya tentu ini menjadi tambahan energy bagi masyarakat dan Pemerintah Kota Depok untuk melayani kesehatan, khususnya ibu dan anak. Dampak rumah sakit harus dirasakan oleh semua pihak. Selain melayani masyarakat menengah ke atas, masyarakat menengah ke bawah pun harus dilayani melalui BPJS,” ungkapnya.

Dikatakannya, apapun kelas rumah sakitnya pelayanan harus menyeluruh dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

“BPJS ini kan sudah aturan per Undang-Undang an, enggak mungkin untuk dilanggar karena fungsi rumah sakit melayani kesehatan masyarakat. BPJS kan dibayar oleh pemerintah langsung, beberapa rumah sakit swasta gembira dengan adanya BPJS karena melayani pasien BPJS jumlah pasien akan semakin banyak dan pasti terbayar karena pemerintah yang menanggung,” katanya.

Walikota Depok, Mohammad Idris yang diwakili oleh Staf Ahli Bidang Ekonomi Pembangunan, Herman Hidayat mengatakan pihaknya menyambut baik atas kehadiran RS Brawijaya dan mengapresiasi atas upaya Brawijaya untuk tertib admistrasi dengan mengurus perizinan yang sesuai agar menjadi contoh bagi pihak lain yang ingin berinvestasi di Kota Depok

“Setiap musibah dan penyakit dapat menimpa siapa saja dan kapan saja, tidak memandang siapa dia. Kami harap RS Brawijaya dapat membantu masyarakat yang membutuhkan pertolongan emergensi, perawatan tanpa diskriminasi,” ungkapnya.

Tak hanya itu, ia juga meminta kepada RS Brawijaya agar berkomitmen untuk mengakomodir kemampuan masyarakat yang terbatas seperti pasien dengan jaminan KIS, BPJS, dan kartu lain bagi kalangan menengah ke bawah. n Rahmat Tarmuji

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here