Sengketa Lahan Tol Mencuat

718

Limo | jurnaldepok.id
Pembebasan lahan terkena Tol Depok-Antasari (Desari) diwilayah Kelurahan Grogol, Kecamatan Limo, menyisakan sejumlah permasalahan diantaranya perbedaan pencatatan luas lahan, tidak ditemukannya alamat pemilik lahan hingga sengketa kepemilikan lahan seperti yang terjadi pada sebidang lahan di kawasan perumahan Grogol Asri Rt 06/01Kelurahan Grogol.

Kasus sengketa lahan didekat perumahan Grogol Asri antara Nawardi pemilik asal lahan dan Bambang selaku pihak yang mengaku telah membeli lahan kini sudah masuk pada proses peradilan di Pengadilan Negeri Depok.

Kepada Jurnal Depok, Bambang selaku pemilik lahan menceritakan pada tahun 2007 dirinya diminta oleh AS yang menjabat sebagai Lurah saat itu untuk membeli sebidang lahan seluas 200 M2 di wilayah Rt 06/01 Kelurahan Grogol, Kecamatan Limo, dari Nawardi namun pada proses jual beli saat itu tidak bisa dicatatkan dalam Akte Jual Beli (AJB) lantaran lahan tersebut sudah diploting terkena pembangunan jalan tol Desari namun lanjut dia transaksi jual beli lahan itu tercatat di kwitansi sebagai bukti jual beli yang ditanda tangani oleh pejabat Notaris dan Nawardi selaku penjual.

“Pada tahun 2007 saya dibujuk oleh AS yang saat itu menjabat sebagai lurah untuk membeli lahan seluas 200 meter persegi di dekat perumahan Grogol Asri Rt 06/01dan saat itu AS memberitahukan kepada saya bahwa lahan itu nanti akan terkena pembangunan jalan tol dan nilai penggantian lahan sangat besar makanya saat itu saya tertarik untuk membeli tanah itu meskipun saya harus meminjam uang Koperasi, ” ujar Bambang kepada Jurnal Depok kemarin.

Dia menambahkan setelah proses pembebasan lahan mulai berjalan, muncul masalah dimana Nawardi sang pemilik asal lahan melalui penasehat hukumnya tidak mengakui telah menjual tanah tersebut.

“Meskipun jual beli saat itu tidak dituangkan dalam Akte Jual Beli (AJB) namun saya memiliki bukti kuat dan di kwitansi jual beli ada tanda tangan penjual dan Notaris serta Saksi, ” ujar Bambang.

Menanggapi hal ini, Parman salah satu pegawai Kelurahan Grogol yang diperbantukan dalam proses pembebasan lahan Tol Desari mengaku telah mengetahui permasalahan tersebut seraya mengatakan pembayaran atas lahan sengketa itu akan tetap dilakukan sesuai jadwal pembayaran Uang Ganti Kerugian (UGK) namun uangnya akan dititipkan di Pengadilan sambil menunggu hasil keputusan Inkrah dari lembaga peradilan.

“Ya saya sudah tahu kalau kasus itu sudah masuk ranah hukum dan pembayaran lahan itu dari investor akan dititipkan di Pengadilan sambil menunggu keputusan Inkrah, ” pungkas Parman. n Asti Ediawan

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here