SDN Curug 2 Rp 1 M

743
Walikota Depok didampingi Kepala Dinas Pendidikan dan stake holder disambut ratusan siswa ketika hendak meresmikan SDN Curug 2 Cimanggis, kemarin

Cimanggis | jurnaldepok.id
Gedung sekolah SDN Curug 2 yang berada di Kecamatan Cimanggis telah rampung direhab. Dengan anggaran sekitar kurang lebih Rp 1 miliar tersebut, kini para siswa dapat nyaman belajar dengan adanya penambahan empat lokal yang baru.

Gedung sekolah tersebut diresmikan langsung oleh Walikota Depok Mohammad Idris. Dalam sambutannya, ia mengatakan dengan adanya penambahan lokal yang baru, anak-anak dapat belajar dengan tenang dan nyaman.

“Ada sekitar 272 Sekolah Dasar Negeri di Depok. Yang perlu diselesaikan pembangunan fisik sekitar 40 persen atau ada sekitar 140 an sekolah.
Termasuk yang dimarger dalam satu lokasi. Bangunan fisiknya dijadikan satu bangunan besar untuk menampung siswa,” ujarnya kemarin.

Selain itu dalam waktu dekat pihaknya juga berencana akan membangun pos tiga pilar, dimana nantinya akan terdapat unsur Kodim, Pemerintah, Kepolisian.

“Sedangkan untuk alun2-alun kota, Insya Allah tahun ini mulai pembangunan,” tutupnya.

Kepala Bidang Tata Ruang Dinas Pemukiman dan Permukiman Kota Depok Dadan Rustandi mengatakan sejak tahun 2017, pembangunan infrastruktur berada dalam wewenang Disrumkim, termasuk pembangunan sekolah.

“Untuk tahun ini ada 50 sekolah yang akan dibangun dan direhab, dengan anggaran sekitar Rp 50 miliar. Itu usulan dari Dinas Pendidikan Kota Depok, karena mereka yang paham betul sekolah mana yang harus dibangun dan diperbaiki,” katanya.

Untuk SDN Curug 2, lanjutnya, Dinas Pendidikan Kota Depok sudah mengusulkannya sejak 2016. “Pembangunan nya tahun 2017, memakan waktu selama 120 hari, dengan menelan biaya sekitar Rp 1 miliar,” tambahnya.

Dia menuturkan pembangunan sekolah SDN Curug 2 meneruskan bangunan yang sudah ada. Berdasarkan data dari pihak sekolah, sebelumnya ruang kelas nya sangat terbatas.

“Karena keterbatasan tempat, dulu ada tiga grup dalam satu hari. Harapannya setelah ditambah empat lokal maka menjadi dua grup yakni pagi dan siang,” katanya.

Dia menambahkan umumnya bangunan sekolah yang paling banyak dibangun lagi dibandingkan direhab. “Ada yang direhab dan ada pula yang dibangun, tapi memang paling banyak dibangun,” tutupnya.

Sementara itu Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Pendidikan Kota Depok Sariyo Sabani mengatakan dengan dibangun nya gedung sekolah SDN dan SMP N maka membuat anak-anak dapat belajar dengan nyaman.

“Banyak juga bangunan sekolah yang direhab berat karena usianya sudah tua.
Usia bangunan sekolah ada yang berusia 40 tahun seperti SD Inpres,” katanya.

Dirinya mengungkapkan dalam pembangunan sekolah juga dilengkapi dengan sanitasi dan RKB.

“Untuk SDN Curug 2 ada penambahan angklung, drum band , meubeler dan laboratorium IPA,” ungkapnya.

Selain itu direncanakan tahun ini juga akan dibangun SMPN 23 di Harjamukti. Sebelumnya sekolah tersebut menumpang dengan sekolah lain.

“SMPN 23 Insya Allah juga dibangun, yang ini pembangunan nya dari awal karena selama ini menumpang. SMPN 25 dan SMPN 21 juga rencananya dibangun. Namun yang perlu diingat tahapan pembangunan tidak bisa dibangun sekaligus karena keterbatasan anggaran. Pembangunan ini butuh proses,” pungkasnya.nNur Komalasari

 

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here