Proyek Molor Lolos Cut Off

359
Salah satu proyek turap yang berada di kawasan Limo

Limo | jurnaldepok.id
Meskipun Pemerintah Kota (Pemkot) Depok telah memajukan pelaksanaan proses tender proyek reguler realisasi anggaran 2017, namun ternyata masih ada kontraktor pelaksana proyek yang tidak mampu menyelesaikan pengerjaan proyek hingga batas akhir masa tenggang 31 Desember.

Hal ini dapat dilihat pada pengerjaan proyek turap tebing kali Krukut Cabang Barat (KCB) di wulayah Kelurahan Grogol, Kecamatan Limo, yang belum rampung hingga saat ini.

Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kelurahan Grogol, Nurali mengaku sangat menyesalkan lambannya pengerjaan proyek turap di wilayah perbatasan Rw 01 dan Rw 10 Kelurahan Grogol yang tidak rampung hingga batas akhir masa tenggang dan dia juga mengaku bahwa hingga awal Januari tahun 2018 para pekerja proyek turap tersebut masih tampak bekerja pada objek proyek yang seharusnya selesai pada 31 Desember tahun 2017.

“Ya, proyek turap didekat Jembatan 17 diperbatasan Rw 01 dan Rw 10 dan Proyek Drainase dekat Perumahan Geogol Asri serta perbaikan saluran air depan Puskesmas memang belum selesai dan masih dikerjakan oleh pihak kontraktor pelaksana. Jika mengacu pada aturan harusnya proyek itu di cut off, tapi saya juga bingung jika dicut off nanti area longsor akan meluas, makanya saya diemin aja, ” ujar Nurali, kemarin.

Selain diwilayah Grogol, proyek perbaikan saluran air (Drainase) di Gang H. Naidih Rw 04 Kelurahan Cinere juga diketahui belum selesai hingga limit waktu yang telah ditetapkan, hanya saja proyek tersebut dipastikan terkena sanksi cut off.

“Saya sudah tanyakan dengan Bapak Toro selaku konsultan pengawas dan terkait molornya pengerjaan saluran air di Gang H. Naidih yang baru mencapai 65 persen, ia memastikan bahwa proyek itu dicut off, ” ujar Zamroni Zonal, Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kelurahan Cinere.

Sementara proyek pelebaran jalan di ruas jalan Pangkalan Jati juga menuai komplain dari jajaran LPM setempat, lantaran pihak kontraktor pelaksana tidak merapihkan area sekitar jalan yang dibangun dan membuat kawasan menjadi semrawut.

Terkait hal itu, Anggota DPRD Kota Depok daerah pemilihan Beji-Cinere-Limo (BCL) H. Tajudin Tabri mengaku sangat kecewa dengan keterlambatan para kontraktor pelaksana dalam menggarap proyek yang seharusnya sudah selesai sebelum akhir tahun.

“Saya sudah melaporkan prihal proyek yang tidak rampung pengerjaan kepada Sekda, Bapak Sekda berjanji akan memanggil Kepala Dinas PUPR untuk mempertanyakan masalah tersebut, ” tutup Tajudin. n Asti Ediawan

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here