PAN Gantung SUHU

203

Margonda | jurnaldepok.id
Meskipun diklaim telah bersama-sama mengusung pasangan Sudrajat-Ahmad Syaikhu (SUHU) dalam Pilgub Jawa Barat, namun sikap Partai Amanat Nasional (PAN) hingga saat ini masih abu-bau dan terkesan ‘menggantung’ dukungan tersebut.

Pasalnya, hingga saat ini belum ada pernyataan resmi yang menyatakan PAN benar-benar mendukung pasangan SUHU.

Ketika dikonfirmasi terkait hal itu, Ketua Harian DPW PAN Jawa Barat, Hasbullah Rahmad memilih tak berkomentar terkait hal tersebut.

“No coment dulu sekarang,” ujar Hasbullah kepada Jurnal Depok, kemarin.

Sementara itu Ketua Umum DPP PAN, Zulkifli Hasan mengatakan konstelasi di Pilkada Jabar 2018 belum semuanya final. Hal itu terkait sikap PAN yang dikabarkan mendukung pasangan Sudjarat-Syaikhu yang juga diusung Partai Gerindra dan PKS.

Zulkifli menegaskan, partainya masih menimbang-nimbang terkait dukungan terhadap Sudrajat-Syaikhu sehingga dalam satu atau dua hari ini akan ditentukan sikap akhir PAN.

“Satu atau dua hari ini diputuskan, ini baru masuk dan belum ada komunikasi,” ujarnya seperti dikutip dari republika.co.id, Selasa (2/1)

Ia juga mengatakan, bahwa dirinya akan segera bertemu Deddy Mizwar (Demiz), paling lambat 8 Januari 2018, untuk memfinalisasi persiapan Pilkada Jawa Barat 2018.

“Jadi saya mau jumpa dengan Deddy Mizwar dulu, sebelum tanggal 8 Januari 2018,” kata Zulkifli

Sebelumnya, Zulkifli mengatakan, partainya masih ingin tetap mengusung Deddy Mizwar dalam Pemilihan Kepala Daerah Provinsi Jawa Barat tahun 2018, tapi masih melihat perkembangan terakhir.

“Hati saya masih di Demiz (Deddy Mizwar), tapi saya tidak bisa sendiri. Karena itu, saya nantilah terakhir bagaimana memikirkannya Jabar itu,” kata Zulkifli Hasan di Jakarta, Jumat (29/12).

Zul mengatakan, sejak awal PAN mendukung Deddy Mizwar tanpa syarat dan partainya tidak memberikan syarat khusus kepada Demiz jika ingin mendapatkan dukungan. Termasuk soal bakal calon wakil gubernur Jabar.

Dia menjelaskan, PAN hanya meminta Deddy bekerja keras dan rajin berkeliling bersama dirinya di Jabar minimal satu pekan sekali.
“Kalau saya, saya koalisi tanpa syarat, asalkan Deddy bersumpah kerja bagus dan bersungguh-sungguh demi Jabar. Saya tidak meminta wakil, namun hanya meminta sehari dalam seminggu keliling Jabar bersama saya,” ujarnya.

Dia menjelaskan, pada awalnya Deddy masih mengantongi dukungan dari PKS dan Gerindra. Namun dalam perjalanannya, antara Gerindra dan Demiz terdapat masalah.

Menurut dia, sebagai partai yang masuk tiga besar Pemilu 2014, Gerindra merasa tidak mendapatkan posisi di Pilgub Jabar lantaran Deddy adalah kader Partai Demokrat dan Syaikhu dari PKS.

“Oleh karena itu, akhirnya agar dapat Gerindra jadinya mengusung Sudrajat. Dan PKS karena sudah koalisi lama setuju Sudrajat-Syaikhu,” katanya.

Sebelumnya, Partai Gerindra, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Amanat Nasional (PAN) sepakat mengusung pasangan Mayjen (Purn) Sudrajat dan Ahmad Syaikhu sebagai bakal calon pasangan gubernur dan wakil gubernur Jawa Barat di Pilkada 2018. n Rahmat Tarmuji|*

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here