Menakar Politik Balas Budi

303
Muttaqin

Margonda | jurnaldepok.id
Sikap Walikota Depok, Mohammad Idris yang mempertimbagkan menjadi juru kampanye (Jurkam) bagi pasangan calon Gubernur Jawa Barat, Sudrajat-Ahmad Syaikhu (SUHU) mendapat sorotan dari berbagai kalangan, tak terkecuali dari partai pengusungnya pada Pilkada Depok 2015 lalau yakni Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Politisi PKS sekaligus Ketua Tim Pemenangan Pilgub Jabar untuk Kota Depok, Muttaqin mengatakan sudah selayaknya Walikota-Wakil Walikota Depok, Mohammad Idris-Pradi Supriatna, menjadi jurkam untuk pasangan SUHU.

“Ya mungkin itu bahasa diplomasi Pak Wali, namun sudah selayaknya Pak Wali dan Pak Wakil menjadi jurkam buat Pak Sudrajat-Syaikhu. Bahkan, seharusnya ketua pemenangan Sudrajat-Syaikhu beliau, bukan saya,” ujar Muttaqin kepada Jurnal Depok, kemarin.

Ia menambahkan, dirinya akan merasa senang jika yang ditunjuk DPW sebagai ketua tim pemenangan SUHU di Depok adalah walikota.

Terkait masih adanya kader PKS yang keukeuh untuk mendukung Deddy Mizwar, ini jawaban Muttaqin.

“Kader PKS memang sudah cocok dengan Demiz-Syaikhu. Namun sebagai partai kader, kami samina waathona. Karena kami percaya pimpinan partai memiliki argumentasi dan kalkulasi yang matang atas dasar kemaslahatan yang lebih baik,” paparnya.

Dirinya tidak menapikan jika saat ini masih ada satu atau dua kader PKS yang keukeuh untuk mendukung Demiz.

“Mungkin saja. Tapi kalau sudah paham Insya Alloh bisa menerima. Memang tetap membutuhkan alasan rasional. Alasan rasionalnya sudah disampaikan oleh Ustad HNW,” ungkapnya.

Sebelumnya Walikota Depok, Mohammad Idris mengaku hingga minggu lalu belum diminta oleh partai pengusungnya yakni PKS-Gerindra untuk menjadi juru kampanye (Jurkam) pasangan Sudrajat-Syaikhu (SUHU) pada saat pagelaran kampanye Pilgub Jabar dimulai.

“Belum (diminta,red), kalaupun diminta kalau di Jabar deklarasi kan PKS, Gerindra dan PAN, artinya dari sisi kepala daerah Pak Pradi sebagai ketua partai, kalau saya kan bukan ketua partai. Kalau beliau (Pradi,red) diminta cuti, kami akan berikan cuti kampanye,” ujar Idris kepada Jurnal Depok, Kamis (28/12).

Namun begitu, Idris akan memberikan cuti kepada wakilnya itu untuk berkampanye di saat-saat tertentu dan bukan hari kerja.

“Ada hari-hari tertentu, aturannya seperti itu, misalnya tiga hari pekan ini maka akan kami atur harinya. Kalau beliau (Pradi,red) jurkam dan saya jurkam, kosong dong Depok. Kalau gantian kami akan konsultasi, tapi kalau jurkam khusus saya akan pertimbangkan,” pungkasnya. n Rahmat Tarmuji

 

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here