Tukang Nasgor Ditodong Pisau

160
ilustrasi

Margonda | jurnaldepok.id
Salah satu korban kekerasan geng motor di Depok melapor ke Polresta Depok. Kemarin, penjual nasi goreng di Limo melapor karena dirinya sempat menjadi pemerasan geng motor Jembatan Mampang (Jepang). Berdasarkan pengakuannya uang hasil jualan sejak sore hingga malam hari dirampas geng ini.

“Yang diambil HP sama uang saya, sekitar Rp 160.000. Semuanya waktu itu ada di laci. Untung yang dikantung enggak diambil,” kata Mikhael, penjual nasi goreng yang dirampas geng Jepang, Kamis (28/12).

Dirinya menjelaskan ketika melapor ia juga sempat melihat para tersangka. Dia meyakini, mereka adalah pelaku yang merampas hasil jualannya.

“Kalau lihat pisau yang digunakan sama persis pas saya dirampok,” paparnya.

Dia menuturkan pada awal dia mengaku tak curiga. Geng motor itu memesan nasi goreng. Ketika sedang masak, tiba-tiba pelaku yang terdiri dari tiga orang langsung menodong.

“Leher saya dikalungi celurit. Perut juga ditodong pisau,” tuturnya.

Dia pun pasrah dan langsung menyerahkan hartanya. Setelah mereka pergi barulah dia meminta tolong. Dirinya berharap para pelaku diberi hukuman setimpal.

“Hukumannya harus berat supaya tidak ada lagi korban berikutnya,” pungkasnya.

Sebelumnya Polresta Depok telah mengamankan 12 orang. Empat orang yang baru ditetapkan itu ditangkap Rabu (27/12).

Mereka adalah WL, AL, HB dan M. Dari empat orang itu satu diantaranya adalah ketua geng.

Sementara itu Ketua Geng yang ditangkap Habibi mengaku dirinya menyesali perbuatannya. Dia bergabung dengan geng motor karena iseng. Mereka biasa berkumpul dan konvoi untuk beraksi. “Saya menyesal. Saya baru masuk geng motor ini buat popularitas aja,” ungkapnya.

Dirinya juga meminta maaf pada warga Depok karena sudah dibuat resah oleh ulah kelompoknya. Dan dia meminta agar seluruh geng motor dibubarkan.nNur Komalasari

 

BAGIKAN
Artikulli paraprakHarga Ayam Turun
Artikulli tjetërIni Curhatan Demiz

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here