Kasus Narkoba Meningkat

376
ilustrasi

Sukmajaya | jurnaldepok.id
Sepanjang tahun 2017, Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Depok mencatat ada sekitar 84 kasus narkotika. Kasus tersebut mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya 52 kasus.

Dokter Sie BNN Kota Depok Lelly Simatupang mengatakan kasus yang ditangani itu ada yang berupa volunter atau pengguna yang datang kepada pihaknya untuk diberikan rehabilitasi. Selanjutnya ada yang compulsary atau kepolisian yang meminta pihaknya melakukan pendampingan dan rehabilitasi selama proses hukum.

“Paling banyak kategori yang masuk adalah laporan dari pengguna. Jumlahnya naik dari 20 kasus menjadi 48 kasus,” katanya, Rabu (27/12).

Ia memaparkan jenis narkotika yang paling banyak dikonsumsi pada tahun ini adalah ganja. ” Pada 2016 angka penggunaan ganja hanya mencapai 20 persen. Sedangkan tahun mencapai 70 persen,” ungkapnya.

Menurutnya kenaikan ganja sebagai narkotika yang favorit digunakan lantaran jenis obat terlarang itu yang paling mudah didapat dan murah dijual bandar.

Sedangkan untuk jenis narkoba yang jarang dipakai adalah Putau dan Ekstasi. Hal ini dikarenakan jenis narkotika yang satu ini mahal dan efek yang didapat oleh pengguna terbilang lebih keras dari narkotika lainnya.

“Untuk klasifikasi umur pemakai yang paling muda itu 15 tahun dan yang paling tua berumur 64 tahun,” jelasnya.

Lely menuturkan jenis ketergantungan obat penenang dan penghilang rasa sakit juga menjadi perhatian pihaknya. Kasus-kasus semacam ini tak sedikit terjadi. Umumnya pecandu obat ini mampu mengkonsumsi hingga 50 butir.

“Efek yang ditimbulkan juga sama saja dengan narkotika. Karena pemakaianmya yang mencapai puluhan butir per-hari. Saat ini kami juga bekerja sama dengan rumah sakit Depok guna menangani pengguna,” tutupnya.nNur Komalasari

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here