Demiz-Syaikhu Pupus

230
Demiz-Syaikhu salam komando, sebelumnya mereka digadang-gadang akan berpasangan dalam pilgub Jabar, namun rencana itu pupus setelah PKS memilih untuk berkoalisi dengan Gerindra yang mengusung Sudrajat

Margonda | jurnaldepok.id
Maneuver politik yang dilakukan oleh Partai Gerindra rupanya berhasil memporak porandakan kolaisi Zaman Now (PKS, PAN dan Demokrat). Bagaimana tidak, kini PKS akhirnya kepincut oleh Partai Gerindra yang ingin ‘rujuk’ setelah sebelumnya menarik dukungan dari koalisi yang mengusung pasangan Deddy Mizwar-Ahmad Syaikhu (Demiz-Syaikhu).

Di mana, dua partai yang sebelumnya sepakat mengusung pasangan Demiz-Syaikhu yakni PKS-PAN kini harus banting stir untuk mengusung pasangan Mayjen TNI (Purn) Sudrajat dan Muhammad Syaikhu untuk Pilkada Jawa Barat 2018.

Keputusan tersebut disampaikan langsung oleh Presiden PKS, Sohibul Iman didampingi Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto di kantor DPP PKS, Jalan TB Simatupang Nomor 82, Jakarta Selatan, Rabu (27/12). Sementara Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan berhalangan hadir karena tengah berada di luar kota.

“Hari ini kami sudah menyepakati bahwa untuk Jawa Barat kami akan mendukung pasangan Sudrajat-Syaikhu,” ujar Sohibul, seperti dilansir dari kompas.com, Rabu (27/12).

Sohibul menambahkan, Jabar memiliki jumlah pemilih yang luar biasa besar, yakni 18 persen dari total pemilih nasional.

Usai mengambil keputusan tersebut, Sohibul langsung menghubungi Sekretaris Majelis Tinggi Partai Demokrat, Amir Syamsuddin.

Ia merasa lega karena respons Amir sebagai politisi senior sangat dewasa dan memahami keputusan PKS untuk mendukung Sudrajat-Syaikhu.

Ia memastikan, hubungan PKS, khususnya dirinya, dengan Deddy Mizwar tetap terjalin dengan baik meski PKS pada akhirnya memutuskan untuk mengusung calon lain.

“Pak Demiz (Deddy Mizwar) juga sangat luar biasa, beliau menyikapi dengan sangat dewasa, penuh pengertian bahwa politik sangat dinamis,” ujar mantan Anggota Komisi X DPR itu.

Sebelumnya Pengurus Harian Ketua Divisi Keamanan Internal Partai DPP Demokrat, Rudy Kadarisman mengatakan bahwa Demiz saat ini telah resmi menjadi kader Demokrat, apapun nantinya keputusan PKS, Demiz akan tetap milik Demokrat. Demokrat juga tidak merasa takut jika ditinggal oleh PKS.

“Kami memiliki pengalaman di DKI, Depok maupun Bekasi, kami partai yang paling nerimo lah. Komitmen di dalam politik itu tidak pernah abadi, karena banyak faktornya,” ungkapnya.

Rudy yang juga menjabat sebagai Plt Ketua DPC Partai Demokrat Kota Depok mengatakan, bahwa maneuver politik untuk mengguncang pasangan Demiz-Syaikhu sangat mungkin terjadi. Namun begitu, kata dia, Demokrat tidak tinggal diam, bahkan loby dengan partai lain pun masih terus dilakukan. n Rahmat Tarmuji

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here