Penjarah Toko Baju Positif Pakai Narkoba

196

Margonda | jurnaldepok.id
Pihak kepolisian Polresta Depok sudah mengamankan 27 orang terduga penjarahan toko baju di Jalan Sentosa Raya, Sukmajaya Depok. Semuanya diciduk dari empat lokasi berbeda. Dari 27 orang yang diamankan, polisi sudah menetapkan delapan orang menjadi tersangka.

Namun polisi tidak menyebutkan secara detil siapa saja tersangka yang telah ditetapkan. Hingga saat ini para tersangka kini masih menjalani pemeriksaan intensif. Delapan orang itu dinaikkan status dari saksi menjadi tersangka karena terbukti secara langsung terlibat dalam kasus penjarahan Toko Fernando pada Minggu (24/12) dinihari pukul 04.30 WIB.

Delapan tersangka itu terdiri dari tiga orang dewasa dan lima anak-anak. Mereka adalah AB (18), EAF (18), AP (20), AG (16), F (17), BL (16) dan YV (17). Mereka diamankan pada Minggu dan Senin. Sedangkan satu orang lagi diamankan Selasa pagi dan masih dalam pengembangan.

“Dari hasil pemeriksaan kami sudah identifikasi beberapa orang yang terlibat langsung pada aksi Minggu dinihari kemarin. Total tersangka delapan orang dari 27 orang yang diamankan sampai Selasa hari ini,” ujar Kapolresta Depok AKBP Didik Sugiarto, Selasa (26/12).

Delapan tersangka itu terdiri dari tiga wanita dan lima pria. Kelompok ini terdiri dari tiga geng. Yaitu Geng Jembatan Mampang (Jepang), Geng RBR dan Geng Matador. Mereka kerap berkonvoi menggunakan motor bersama-sama. Kemudian kerap melakukan tindakan tawuran.

“Jadi tiga komunitas ini bergabung dan melakukan aksi pada Minggu dinihari lalu,” terangnya.

Mereka juga pernah melakukan aksi yang sama sebelumnya. Inventarisasi polisi, geng motor ini beraksi lima kali dalam waktu sepekan. Antara lain di Sawangan, Limo dan Sukmajaya.

“Kami sudah dapat ada lima laporan yang masuk dan saat ini masih mengidentifikasi laporan lainnya,” paparnya.

Setiap beraksi, kawanan ini selalu membawa senjata tajam. Namun pengakuan tersangka, mereka belum pernah melukai korban.

“Hanya untuk menakuti korban saja. Sajamnya digunakan untuk mengancam saja. Namun tidak menutup mereka melakukan kekerasan juga dengan sajamnya,” ungkapnya.

Soal motif, pihaknya mengaku masih mendalami. Dari penuturan tersangka, barang-barang hasil jarahan dibagi-bagi pada anggota geng. Selain itu barang jarahan juga dijadikan bingkisan untuk geng lain yang datang berkunjung. Kelompok ini kerap beraksi malam hari. Biasanya diatas jam 12 malam. Mereka berkeliling secara konvoi dan mencari sasaran secara acak.

“Sejauh ini kami melihat mereka mencari sasaran secara random. Ketika konvoi kemudian ketika ada sasaran potensial yang sepi maka disitulah mereka beraksi. Yang dicari tempat yang mudah untuk beraksi maka akan djadikan target,” paparnya.

Terkait hasil tes urine, empat orang terindikasi narkoba. Diantaranya satu orang mengonsumsi ganja, satu orang satu dan dua orang mengonsumsi obat penenang.

“Dari keempat yang terindikasi, hanya satu orang yang statusnya jadi tersangka,” ucapnya.

Atas perbuatannya, para tersangka dijerat pasal 365 dan atau 368 KUHP tenytang Pencurian dengan Kekerasan. Ancaman hukumannya diatas lima tahun penjara.nNur Komalasari

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here