Demokrat Terguncang

271
Rudy Kadarisman

Margonda | jurnaldepok.id
Partai Demokrat ikut merasakan guncangan politik jelang Pilgub Jawa Barat 2018. Terlebih setalah Partai Gerindra resmi mengusung Mayjen TNI Purn Sudrajat dan ditariknya dukungan Ridwan Kamil oleh Partai Golkar. Kondisi tersebut rupanya turut mengguncang koalisi zaman now yang terdiri dari PKS, PAN dan Demokrat.

Bagimana tidak, hingga saat ini Partai Gerindra masih mengharapkan PKS untuk kembali menjalin ikatan batin dalam pilgub Jabar. Meskipun, sebelumnya PKS telah berkomitmen untuk menduetkan Deddy Mizwar-Ahmad Syaikhu.

“Pasti merasakan (guncangan,red) ini kan politik. Namun, dengan adanya guncangan ini kami tentu harus bersama-sama mengantisipasi, alternatif, menjaga konsolidasi antara kami dengan mitra koalisi,” ujar Rudy Kadarisman, Pengurus Harian Ketua Divisi Keamanan Internal Partai DPP Demokrat kepada Jurnal Depok, Kamis (21/12).

Ia mengatakan, di tingkat provinsi komunikasi dan konsolidasi partai pengusung baik Demiz maupun Syaikhu makin solid. Pihaknya juga berencana akan menggelar pertemuan para ketua umum di tingkat pusat.

Rudy mengungkapkan, bahwa Partai Demokrat masih menunggu PKS untuk melakukan deklarasi. Di mana, rencananya deklarasi akan dilakukan pada Januari 2018. Dijelaskannya, PKS memiliki kebijakan untuk mengeluarkan rekomendasi terkait siapa yang bakal diusung dalam pilkada nasional pada Januari mendatang.

“Kami menghargai PKS, yang jelas PKS pasti ke kami. Kalau guncangan pasti kami rasakan. Kami yakin baik itu PKS, PAN dan Demokrat akan solid hingga endingnya nanti, bahkan kami yakin bisa nambah pula partai yang begrkoalisi dengan kami, persoalan Ridwan Kamil ini kan menyebabkan tsunami politik di internal Golkar, tentu akan mengubah peta politik yang sebelumnya mengusung RK,” paparnya.

Dikatakannya, Demiz saat ini telah resmi menjadi kader Demokrat, apapun nantinya keputusan PKS, Demiz akan tetap milik Demokrat. Demokrat juga tidak merasa takut jika ditinggal oleh PKS.

“Kami memiliki pengalaman di DKI, Depok maupun Bekasi, kami partai yang paling nerimo lah. Komitmen di dalam politik itu tidak pernah abadi, karena banyak faktornya,” ungkapnya.

Rudy yang juga menjabat sebagai Plt Ketua DPC Partai Demokrat Kota Depok mengatakan, bahwa maneuver politik untuk mengguncang pasangan Demiz-Syaikhu sangat mungkin terjadi. Namun begitu, kata dia, Demokrat tidak tinggal diam, bahkan loby dengan partai lain pun masih terus dilakukan. n Rahmat Tarmuji

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here