Pelebaran Raya Cipayung Terancam Cut Off

394
Terlihat belum rapih proyek pelebaran Jalan Raya Cipayung, alhasil kendaraan yang melaju tersendat lantaran para pengguna jalan mengkhawatirkan akan terperosok ke pinggi jalan yang lumayan dalam

Cipayung | jurnaldepok.id
Pelebaran Jalan Raya Cipayung di wilayah Kecamatan Cipayung terancam kena cut off. Pasalnya, batas waktu pengerjaan kegiatan proyek infrastruktur tinggal dua hari ke depan.
Sementara, proyek pelebaran jalan yang lebarnya rata-rata satu meter dan panjang kurang lebih 100 meter itu hingga kini belum dibeton.

Walikota Depok, Mohammad Idris pernah menyampaikan bahwa akhir pelaporan dan penyelesaian proyek pembangunan terakhir pada 25 Desember ini.

“Sebab kami akan melaporkan keuangan dan pencairannya kalau sudah mencapai sekian persen itu pada 25-27 Desember, 31 Desember itu sudah ditutup,” ujar Idris kepada Jurnal Depok belum lama ini.

Ia mengatakan, bahwa pihaknya telah melakukan klarifikasi ke dinas-dinas. Ia mencontohkan, beberapa waktu lalau pernah rebut-ribut terkait Pasar Musi.

“Pasar Musi ini ada yang mengatakan 20 persen itu tidak benar, itu sudah lebih dari 50 persen. Finishingnya relative lebih cepat karena itu bukan kios, kios itu hanya 18, selebihnya los. Los lebih cepat finishingnya. Kami minta semua proyek selesai pada tanggal 22 Desember termasuk RSUD dan Stadion Merpati, sekarang enggak boleh ada perpanjangan,” tegasnya.

Sementara itu Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Depok menggenjot beberapa proyek pekerjaan jelang akhir tahun 2017. Ada beberapa proyek yang saat ini tengah dikebut pekerjaannya seperti jalan, jembatan (Jajem) dan penurapan kali.

“Insha Allah, proyek-proyek kami usahakan selesai lebih cepat sebelum tanggal 25 Desember ini. Saat ini teman-teman turun ke lapangan semua terkait kegiatan yang berpotensi cut off. Kami juga sudah rapat internal untuk mengevaluasi,” ujar Manto Djorghi, Kepala Dinas PUPR Kota Depok, Kamis (14/12).

Hasil evaluasi itu, sambungnya, dirinya yakin bahwa proyek yang ditangani oleh dinasnya mencapai target. Laporan itu ia terima langsung dari masing-masing kepala bidang dan kepala UPT.

“Yang paling kami fokuskan adalah pembangunan rehab jembatan yang jumlahnya mencapai 23 unit baik itu rehab maupun pembangunan baru. Progres rehab dan pembangunan jembatan ini rata-rata 75-80 persen,” pungkasnya. n Rahmat Tarmuji

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here