PAN Galau

232
ist

Margonda | jurnaldepok.id
Ketua Harian DPW Partai Amanat Nasional (PAN) Jawa Barat, Hasbullah Rahmad mengaku ada kegalauan dengan peta politik yang terus berubah jelang Pilgub Jabar 2018. Terlebih, setelah dimunculkannya Mayjen TNI (Purn) Sudrajat oleh Partai Gerindra dan dugaan ditariknya dukungan Partai Golkar atas Ridwan Kamil.

“Sebenarnya kami telah membentuk tim gabungan untuk memenangkan pasangan Demiz-Syaikhu di tingkat provinsi dan kabupaten kota. Bahkan kami telah membahas tanggal deklarasi. Bahwa tiba-tiba Gerindra mendeklarasikan Sudrajat sebagai calon gubernur, nah yang diajak ini PKS dan PAN,” ujar Hasbullah kepada Jurnal Depok, kemarin.

Namun begitu, pihaknya hingga kemarin belum mendapatkan instruksi dari DPP untuk mendukung Sudrajat sebagai cagub. Dikatakannya, hingga peristiwa gempa Jumat (15/12) malam, pihaknya masih melakukan rapat dengan tim Demiz-Syaikhu.

Dijelaskannya, tingkat elektabilitas Demiz-Syaikhu saat ini terus naik ketimbang Ridwan Kamil. Tak hanya itu, Hasbullah berpandangan bahwa paket pasangan Demiz-Syaikhu sesungguhnya ‘tinggal bungkus’.

“Namun tiba-tiba Gerindra ‘membelah ombak’ dengan memunculkan Sudrajat dan meminta PAN serta PKS bergabung, buat kami sebagai ketua tim pilkada Jabar dan Ketua Harian DPW PAN Jabar, agak bingung. Tentu kami akan meminta fatwa dari ketum dan DPP, harus kemana kami ini,” paparnya.

Sejauh tidak ada perintah dari DPP, sambungnya, pihaknya masih intens rapat dengan Demiz dan tim pemenangan. Diungkapkannya, sesungguhnya Gerindara pernah bersama membangun koalisi dengan PAN, PKS dan PPP. Namun di tengah perjalanan koalisi yang dinamakan Poros Baru itu bubar di tengah jalan lantaran PPP dan Gerindra keluar dari gerbong koalisi.

“Kami akui ada wacana ke sana, namun ada konteks kebijakan sesungguhnya belum, karena masing-masing DPP baik Gerindra, PKS maupun PAN tetap mengacu pada survey. Mereka memetakan betul basis suara dan trend pemilih di Jabar,” katanya.

Ketua Tim Pemenangan Pilgub Jawa Barat untuk Kota Depok, Mutaqin mengatakan pihaknya tidak gentar dengan issue yang berkembang jika pasangan Demiz-Syaikhu akan dipecah belah. Hingga kini, pihaknya tetap konsisten untuk menduetkan pasangan tersebut.

“PKS prinsipnya sama menunggu keputusan dari DPP, selama ini DPP belum pernah memberikan sinyal untuk pindah haluan. Kami terus mengkampanyekan paket yang dari awal untuk disosialisasikan yakni Demiz-Syaikhu,” tandasnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, pihaknya jalan terus untuk mensosialisasikan pasangan Demiz-Syaikhu, sebelum ada perubahan instruksi dari DPP.

“Sampai hari ini (kemarin,red) belum ada sinyal untuk mengubah dukungan, meskipun ada issue yang mengatakan bahwa PKS telah didekati oleh Gerinda untuk pindah, itu belum ada,” katanya.

Mantan Anggota DPRD Depok itu mengatakan, sesungguhnya koalisi PKS-Gerinda selama ini cukup solid. Bahkan, pihaknya telah berkomunikasi cukup lama dengan Demiz hingga track record nya yang dinilai baik.

“Kalau Sudrajat ini kan kami belum tahu secara mendalam tentang dia. Persamaaan dan kesamaan kami dengan Demiz sudah ada, kalau dengan Sudrajat kami belum kenal lebih jauh. Kami lebih nyaman dengan Demiz,” pungkasnya. n Rahmat Tarmuji

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here