FPI Depok Bela Palestina

175
ist

Margonda | jurnaldepok.id
Massa aksi bela Palestina menggelar aksi di kawasan lapangan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, Minggu (17/12). Massa datang dari berbagai pelosok tanah air, tidak terkecuali dari Depok. Mantan Ketua Front Pembela Islam Kota Depok Habib Idrus mengatakan setidaknya tercatat 1300 laskar FPI Depok yang bertolak ke Monas.

“Hampir semua berangkat. Sebagian naik kereta api, sebagian lagi konvoi pake motor sekitar jam 2 pagi dini hari. Kalau saya berangkat bersama Ketua DPW FPI ba’da subuh,” ujarnya kemarin.

Dirinya mengungkapkan semua anggota FPI diwajibkan hadir dalam aksi bela Palestina. “FPI semua kekuatan full karena wajib hadir,” ungkapnya.

Demo bertajuk “Aksi Bela Palestina” ini untuk menentang pengakuan Presiden Donald Trump soal Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel.

Sebelum sampai di Monas massa terlihat memadati sejumlah stasiun kereta api. Seperti yang tampak di Stasiun KRL Pondok Cina. Sebagian massa memilih menggunakan moda transportasi kereta karena dinilai cepat dan anti macet.

“Saya bersama keluarga ke Monas. Ada adek, suami dan anak-anak. Memang sudah niat mau ikut aksi bela Palestina, makanya kita berangkat dari abis subuh tadi,” ujar warga Cimanggis, Masriyah (48).

Ia memilih menggunakan kereta api karena dinilai lebih cepat dan lebih efisien. “Kalau naik mobil pasti macet. Pulangnya lebih macet lagi. Untuk itu lebih baik naik kereta,” katanya.

Dia berharap dengan aksi yang dilakukan bersama umat Islam lain dapat berdampak bagi warga Palestina. Ia pun merasa geram usai Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan jika Jerusalem ibukota Israel. “Ini jelas menyakiti warga Palestina dan tentunya umat Islam. Saya harap aksi bisa membawa dampak positif bagi masyarakat Palestina,” tutup Masriyah.

Sementara itu guna mengatasi kepadatan penumpang kereta api,
PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) mengoperasikan loket portabel di Stasiun Juanda sebanyak sepuluh unit dan di Stasiun Gondangdia sebanyak enam unit. Loket portabel atau mesin POS mobile berfungsi melayani transaksi tiket di vending machine maupun loket yang telah tersedia di stasiun.

“Kami mengimbau masyarakat lebih baik menggunakan Kartu Multi Trip (KMT) sehingga tidak perlu lagi mengantri saat akan kembali ke stasiun asalnya. Bagi mereka yang memilih menggunakan Tiket Harian Berjaminan (THB), PT KCI mengajak kepada para pengguna KRL untuk menggunakan THB pergi – pulang sejak di Stasiun keberangkatan awal,” papar Eva Chairunisa, VP Komunikasi PT KCI.nNur Komalasari

 

BAGIKAN
Artikulli paraprak227 Kebakaran Terjadi
Artikulli tjetërPAN Galau

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here