PN Depok Tunggu Berkas First Travel

143
ist

Kota Kembang | jurnaldepok.id
Usai menggelar sidang kasus Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Pandawa pada Senin (11/12) lalu, Pengadilan Negeri (PN) Kota Depok mulai menyiapkan gelaran sidang kasus lainnya yang cukup menyita perhatian yakni, kasus First Travel.

Humas PN Kota Depok Teguh Arifiano mengatakan, pihaknya hingga kini masih menunggu limpahan berkas dari Kejari Kota Depok untuk disidangkan di PN Kota Depok.

“Hingga saat ini kami masih menunggu limpahan berkas dari Kejari Kota Depok,” katanya.

Ia mengungkapkan menurut undang-undang yang berlaku, waktu pelimpaham berkas diberikan waktu selama 20 hari. Jika lebih dari itu bisa ditambah 30 hari.

“Kita tunggu saja kapan Kejari dapat menyerahkan berkas kasus First Travel ke PN Kota Depok,” ungkapnya.

Dirinya menuturkan waktu penyerahan berkas dari Kejari ke PN bisa saja lebih dari waktu yang telah ditentukan. Namun, tentunya hal itu jarang terjadi karena secara otomatis jika waktu melebihi waktu yang telah ditentukan membuat tersangka lwpas dari jerat hukum.

‘Kalau kelebihan waktu pelimpahan saya rasa jarang terjadi,” tutupnya.

Sementara itu Kajari Kota Depok Sufari mengatakan pihaknya masih melakukan pendataan barang bukti yang telah diserahkan.

Menurutnya, peraturan undang-undang menyebutkan jika batasan waktu penyerahan paling lambat 20 hari dan bisa bertambah sesuai dengan aturan yang ada.

Sebelumnya, Bareskrim Mabes Polri melimpahkan barang bukti serta tersangka kasus First Travel ke Kejari Kota Depok.

Koordinator pada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum, Heri Jerman mengatakan, Bareskrim menyerahkan lebih dari 807 item barang bukti baik itu benda bergerak maupun tidak. Sesuai dengan pasal 25 KUHAP jaksa punya waktu 20 hari dan bisa diperpanjang selama 30 hari untuk menyerahkan berkas ke PN Depok.

“Tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) ada 8 orang empat orang dari kejagung dan 4 orang jaksa dari kejari Depok,” katanya.

Sedangkan untuk pasal yang didakwakan kepada para tersangka ialah, Pasal 378, 372 dan pasal 3 Undang-Undang pencegahan dan pemberantasan tindak pidana pencucian uang.

“Untuk 378-372 ancamannya empat tahun penjara dan untuk tindak pidana pencucian uang ancamannya 20 tahun penjara,” pungkasnya.nNur Komalasari

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here