RSUD Depok Siaga

679

Sawangan | jurnaldepok.id
Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Depok telah membentuk kelompok kerja (Pokja) khusus untuk menangani penderita Difteri. Pokja tersebut terdiri dari beberapa orang dokter, perawat dan staf rumah sakit.

“Penanganan Difteri itu sudah ada SOP nya, harus bagaimana petugas melayani masyarakat saat ditemukan susfect. Pokja Difteri yang kami bentuk dilengkapi dengan pelindung seperti masker, pakaian dan peralatan khusus dan lainnya,” ujar Asloe’ah Madjri, Direktur RSUD Kota Depok, Senin (11/12).

Ia menambahkan, hingga kemarin pihaknya belum menerima pasien dengan status Difteri. Kalaupun ada, pihaknya akan segera merujuk ke rumah sakit khusus yang menangani itu dikarenakan sarana dan prasarana di RSUD masih terbatas.

“Kami hanya memiliki dua tempat tidur di ruang isolasi, satu untuk anak dan satu untuk dewasa. Kalau dua ini sudah terisi tentu tidak ada tempat lagi,” paparnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, bahwa dirinya telah mendapatkan instruksi khusus dari Walikota Depok, Mohammad Idris untuk ikut terlibat dalam menangani kasus yang saat ini berstatus Kejadian Luar Biasa (KLB) itu.

“Pak Wali sudah menginstruksikan kepada kami untuk ikut membantu menangani itu terutama dalam hal imunisasi. Tentu kami siap, dan silahkan bagi warga yang mau imunisasi di RSUD,” terangnya.

Tak hanya itu, pihaknya juga berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kota Depok terkait pengadaan vaksinnya.

“Kepala dinas sudah menginstruksikan untuk membuat surat tertulis untuk kebutuhan vaksin. Untuk saat ini masih cukup, namun kalau permintaannya banyak kami harus ajukan ke Dinas Kesehatan,” pungkasnya. n Rahmat Tarmuji

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here