Bos Pandawa Divonis 15 Tahun Penjara

266

Kota Kembang | jurnaldepok.id
Pengadilan Negeri Kota Depok akhirnya menjatuhkan vonis 15 tahun penjara dan denda Rp 200 miliar atau kurungan enam bulan kepada Bos KSP Pandawa Dumeri alias Salman Nuryanto. Tak hanya menjatuhkan vonis ke Dumeri, pengadilan juga memutuskan vonis kepada 26 leader KSP Pandawa. Keputusan tersebut dibacakan Hakim Ketua Yulinda Trimurti Asih.

Untuk 26 leader, mereka divonis 8 tahun penjara dengan denda 50 miliar atau kurungan 3 bulan. Sedangkan seluruh barang bukti nantinya akan dilelang dan disita negara. Hal tersebut membuat ratusan pengunjung sidang yang merupakan korban kasus KSP Pandawa menjerit histeris. Tak sedikit dari mereka mengumpat dan menangis. Menurut mereka Majelis Hakim tidak berpihak kepada rakyat dan menuding ada permainan antar instansi penegak hukum.

Sementara itu usai mendengar vonis Dumeri, dirinya langsung digelandang ke
mobil kejaksaan. Ia pun tetap merasa tidak bersalah dan melakukan banding dengan keputusan yang telah dijatuhkan hakim.

“Saya tidak merasa melakukan hal itu. Saya tidak bersalah dan akan melakukan banding, ” akunya.

Kuasa hukum korban mantan nasabah KSP Pandawa Denny AK mengatakan sesuai dengan tuntutan dan vonis yang dibacakan majelis hukum emua sudah sesuai. Namun dirinya sangat menyayangkan dengan keputusan hakim yang menyita seluruh barang bukti sebagai aset negara.

“Kalau untuk hukuman sudah cukup maksimal. Kami mengapresiasi hal tersebut. Tapi majelis hakim harus melihat keputusan pengadilan niaga sebelumnya. Tidak dapat serta merta, mereka memutuskan barang bukti disita negara,” ungkapnya.

Dirinya menuding ada oknum dari kejaksaan yang bermain dengan kasus tersebut.

“Karena sebelumnya ada pasal Tindak Pindana Pencucian Uang (TPPU) dari perbuatan Nuryanto dkk. TPPU ini hilang. Apa hal itu yang menjadi tujuan jaksa untuk membuat seluruh aset disita negara,” katanya.

Dirinya menjelaskan jika proses hukum tidak selesai sampai di sini. Dirinya bersama korban Pandawa akan mulai berkoordinasi dengan kurator untuk mencari solusi agar semua barang bukti dapat kembali ke seluruh korban.

“Kami akan melakukan koordinasi dengan kurator untuk melawan. Kami juga akan membuat laporan TPPU,” pungkasnya.nNur Komalasari

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here