Jatah Kursi Dirombak

457
ilustrasi

Margonda | jurnaldepok.id
Jatah kursi di dua kecamatan untuk pemilihan legislatif 2019 mendatang di Kecamatan Cimanggis dan Pancoran Mas bakal berkurang. Hal tersebut terungkap pada saat Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Depok menggelar acara Sosialisasi Penataan Daerah Pemilihan dan Penghitungan Alokasi Kursi Anggota DPRD Kabupaten/Kota Pemilu Tahun 2019.

Di mana, jumlah kursi di Kecamatan Cimanggis pada pileg 2014 silam mencapai tujuh kursi, namun ketika pileg 2019 akan berkurang satu kursi menjadi enam kursi. Hal serupa juga terjadi pada Kecamatan Pancoran Mas yang tadinya tujuh kursi nantinya bakal berkurang satu kursi menjadi enam kursi. Namun begitu, hal tersebut baru akan terjadi jika KPU menggunakan simulasi alternatif satu di mana DAK2 dibagi jumlah kursi dan BPPd.

Kepala Divisi Program Data dan Teknis Penyelenggaraan Pemilu KPU Kota Depok, Suwarna mengungkapkan, bahwa sosialisasi tersebut merupakan tahap awal dan baru akan disahkan pada Februari 2018 mendatang.

“Ini kan masih awal dan kami harus melakukan simulasi, daripada kami menggunakan angka fiktif maka kami gunakan data yang asli terkait jumlah penduduk dari Kemendagri,” ujar Suwarna kepada Jurnal Depok, Selasa (28/11).

Ia menambahakan, pro kontra pasti akan terjadi dalam penataan daerah pemilihan. Namun, ia juga mempersilahkan kepada partai politik untuk mencarikan alternatif lain. Dikatakannya, bahwa hal itu memang baru sebatas wacana yang harus dilempar ke publik.

“Kami membuat simulasi sesuai aturan yang ada dan yang kami buat ada dua alternatif. Ini kami lempar ke publik untuk ditanggapi karena kan ada uji publik. Masalah dapil ini sudah menjadi perbincangan luas. Nanti tentunya ada kesepakatan bersama agar menjadi dapil yang ideal, enak untuk partai maupun penyelenggara, jadi tidak ada yang merasa dirugikan,” katanya.

Lebih lanjut ia mengatakan, untuk jumlah daerah pemilihan nampaknya tidak ada yang berubah masih sama dengan pileg 2014 silam yakni enam dapil. Pihaknya belum terpikir untuk menambah jumlah dapil karena saat ini pihaknya masih mengacu kepada peraturan yang ada.

“Memang kalau masih enam dapil ada pengurangan dan penambahan kursi di beberapa dapil, itu merupakan konsekwensi dari pertumbuhan penduduk. Untuk wilayah selatan dan barat Depok ini pertumbuhan penduduknya sangat besar, banyak muncul permahan baru dan perpindahan penduduk,” terangnya.

Dalam simulasi alternatif satu digambarkan bahwa jumlah kursi di dapil satu yakni Cimanggis dari tujuh kursi menjadi enam kursi, dapil dua yakni Tapos-Cilodong yang semula 10 kursi bertambah satu kursi menjadi 11 kursi, dapil tiga Sawangan-Bojongsari-Cipayung yang semula 10 kursi bertambah satu kursi menjadi 11 kursi.

Sementara dapil empat Beji-Cinere-Limo masih tetap 9 kursi, dapil lima Pancoran Mas yang semula tujuh kursi berkurang satu kursi menjadi enam kursi dan dapil enam yakni Kecamatan Sukmajaya masih tetap tujuh kursi.

Menanggapi hal tersebut Komisioner Panwaslu Kota Depok, Ardiansyah mengatakan bahwa pihaknya mengacu pada rujukan peraturan yang ada seperti UU No 7/2017 tinggal menunggu hal teknisnya terkait PKPU yang belum keluar.

“Namun UU Nomor 7/2017 itu rujukannya pada UU Nomor 5/2013 terkait dapil. Bicara pertumbuhan penduduk memang pastinya 2014 hingga saat ini tentu bertambah. Mungkin ada beberapa dapil yang tadinya hendak digabung tapi tidak bisa dilakukan karena jumlah penduduknya melebihi batas maksimal kursi,” tanggapnya.

Ketika bicara dapil, kata dia, tentu dibutuhkan masukan-masukan dari peserta pemilu, nantinya KPU akan menerima masukan itu dan memutuskan sesuai aturan yang terbaru.

Acara Sosialisasi Penataan Daerah Pemilihan dan Penghitungan Alokasi Kursi Anggota DPRD Kabupaten/Kota Pemilu Tahun 2019 yang digelar di salah satu hotel di kawasan Margonda, dihadiri para ketua partai politik yang berada di Kota Depok. n Rahmat Tarmuji

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here