Demiz Masuk Demokrat

203
Deddy Mizwar

Margonda | jurnaldepok.id
Bakal Calon Gubernur Jawa Barat, Deddy Mizwar (Demiz) resmi bergabung dan menjadi kader Partai Demokrat. Hal tersebut dibenarkan oleh Pengurus Harian Ketua Divisi Keamanan Internal Partai DPP Demokrat, Rudy Kadarisman.

“Sudah (jadi kader,red) setelah Musda digelar beberapa hari lalu, beliau (Demiz,red) sudah duduk di kepengurusan sebagai Ketua Majelis Pertimbangan Daerah (MPD) Jawa Barat,” ujar Rudy kepada Jurnal Depok, Senin (27/11).

Ia mengatakan, bahwa pihaknya menyambut baik bergabungnya Demiz ke Demokrat serta meyakinkan partainya mengusung Demiz untuk maju dalam pilgub mendatang.

Lebih lanjut ia mengatakan, bahwa dalam penentuan siapa yang nanti diusung dalam Pilgub Jabar ada mekanismenya. Dikatakannya, hingga saat ini ada beberapa nama dari internal partai yang telah masuk seperti Dede Yusuf, Iwan Sulanjana, Herman Keron termasuk kader barunya yakni Deddy Mizwar.

“Semua dasar ini adalah kader Demokrat, namun tidak dipandang secara subjektif saja, semua berdasarkan pada hasil survey karena itu menjadi parameter kami, survey sudah berjalan. Pak Demiz salah satu pendiri Partai Demokrat, maka kami dukung dengan baik, tapi untuk keputusan pilgub ada di majelis tinggi,” paparnya.

Rudy yang juga menjabat sebagai Plt Ketua DPC Partai Demokrat Kota Depok mengatakan, bahwa pihaknya hingga kini belum memastikan dukungan terhadap Demiz-Syaikhu.

“Kami belum memastikan itu, namun lobi-lobi politik telah dilakukan oleh ketua terpilih hasil Musda yakni Pak Irfan Suryanegara, karena bagaimana pun ketua terpilih sudah ditetapkan artinya silaturahmi politik harus dijalankan kembali seperti ke PKS maupun Pak Demiz. Namun keputusannya tetap kepada sebuah rekomendasi yang hingga kini belum kami keluarkan,” terangnya.

Dengan bergabungnya Demiz ke Partai Demokrat, maka si ‘Naga Bonar’ telah menolak pinangan Partai Gerindra dan PKS untuk menjadi kader partai tersebut.

Sebelumnya, Ketua DPD Partai Gerindra Jawa Barat, H Mulyadi bersikeras untuk menolak pasangan Deddy Mizwar-Syaikhu yang digalang oleh Koalisi Zaman Now yakni PKS, PAN dan Partai Demokrat pada Pilgub Jabar 2018 mendatang. Hal itu yang menjadi alasan kenapa partainya enggan bergabung dalam koalisi tersebut.

“Kami hormati keputusan ketiga partai (PAN, PKS dan Demokrat,red) untuk berkoalisi mengusung pasangan Demiz-Syaikhu, walaupun terakhir PAN membantah itu,” ujar Mulyadi kepada Jurnal Depok, Minggu (26/11).

Ia menambahkan, bahwa Partai Gerindra tetap pada keputusan menolak pasangan tersebut.

“Parameter kami sesuai arahan Ketua Umum bahwa kandidat harus dari kader internal (Gerindra,red).

Namun begitu, Mulyadi mengungkapkan semua masih serba memungkinkan untuk bersatu kembali.

“Bisa saja nanti pada akhirnya Gerindra, PKS dan PAN kembali bersama dengan kandidat yang berbeda,” ungkapnya. n Rahmat Tarmuji

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here