Awas Pohon Tumbang

186
Terlihat salah satu pohon yang rawan tumbang berada di Jalan Raya Sawangan tepatnya di tanjakan Parung Bingung, Pancoran Mas. Akar pohon berada di tebing dan dahannya melintang ke jalan

Pancoran Mas | jurnaldepok.id
Hujan deras disertai angin kencang belakangan sering terjadi di wilayah Depok. Kondisi tersebut tak ayal membuat masyarakat dan pengguna jalan merasa khawatir lantaran banyak pohon berusia tua yang kondisinya rawan tumbang berada di tepi jalan.

Ketua LPM Rangkapan Jaya Baru (RJB), Kecamatan Pancoran Mas, Zainul Fatah bahkan meminta Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok, untuk menertibkan pohon rawan tumbang di wilayahnya.

“Di wilayah kami ada beberapa pohon yang kondisinya rawan tumbang, seperti hal nya Pohon Nangka yang berada persis di tanjakan Parung Bingung. Selain rawan tumbang, cabang pohon pun melintang ke jalan dan membahayakan pengguna jalan,” ujar Jejen sapaan akrab Zainul Fatah kepada Jurnal Depok, Senin (27/11).

Dikatakannya, Pohon Nangka tersebut juga telah berusia tua. Selain itu, kata dia, kondisi akar dari pohon itu berada di tebing.

“Jika terjadi longsor dapat dipastikan pohon itu roboh ke jalan, karena posisi pohon berada di tebing. Jangan sampai peristiwa pohon tumbang di lokasi itu terulang, di mana tiga tahun lalu Pohon Durian tumbang juga di lokasi tersebut dan menimpa dua unit mobil yang tengah melintas,” ungkapnya.

Selain rawan tumbang, sambungnya, buah dari Pohon Nangka tersebut juga sering jatuh ke jalan dan menimpa kendaraan serta pengguna jalan yang tengah melintas.

Ketika dikonfirmasi, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok, Hj Ety Suryahati mengatakan saat ini pihaknya tengah melakukan perawatan terhadap beberapa pohon agar tidak tumbang.

“Enggak ada (yang rawan,red), pohon itu tergantung angin juga, yang tumbang itu karena angin kencang. Beberapa pohon kami rawat dan perkuat akarnya agar tidak tumbang,” terang Ety.

Ia menambahkan, memang ada beberapa pohon yang tidak dipangkas atau ditebang karena diperkirakan pohon tersebut masih kuat. Dari itu, pihaknya lebih memilih untuk merawat pohon tersebut.

“Untuk yang dirawat jumlahnya mencapai puluhan dan tersebar di wilayah Depok. Kami juga melakukan perawatan seperti pemangkasan, pengawasan dan memberikan vitamin terhadap pohon itu,” katanya.

Sementara itu Koordinator Forum Komunitas Hijau (FKH) Kota Depok, Heri Blangkon meminta kesigapan DKLH untuk melakukan pendataan pohon yang rawan tumbang.

“Karena ini sudah memasuki musim hujan dan angin kencang. Kami sudah sarankan itu namun nampaknya belum direspon,” jelasnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, bahwa dalam melakukan pendataan pohon ada SOP yang harus ditempuh.

“Sebelum melakukan pendataan pohon, para petugas harus ditraining terlebih dahulu, enggak asal data, pendataan pun harus dilakukan secara profesional,” pungkasnya. n Rahmat Tarmuji

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here