Hore…UMK Depok Naik

1315

Margonda | jurnaldepok.id
Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan telah menetapkan dan menandatangani Upah Minimum Kota/Kabupaten (UMK) untuk wilayah Jawa Barat. UMK tersebut mulai berlaku pada 2018.

Dengan begitu, surat keputusan bernomor: 561/Kep.1065-Yangbangsos/2017 juga akan berlaku di Kota Depok.

Di mana, UMK Depok pada tahun 2017 ini sebesar Rp 3.297.489 dipastikan mengalami kenaikan pada 2018 menjadi Rp 3.584.700,29. Dengan kenaikkan itu, Depok berada di posisi keempat dengan UMK terbesar di bawah Kabupaten Karawang sebesar Rp 3.919.291, Kota Bekasi Rp 3.915.353,71 dan Kabupaten Bekasi Rp 3.837.939,63.

“UMK Jabar 2018 tertinggi ialah Kabupaten Karawang yakni Rp 3.919.291, terendah ialah Pangandaran 1.558.793,” ujar Ferry Sofwan Arief, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Jawa Barat, kemarin.

Ia menjelaskan, penetapan UMK Tahun 2018 Jawa Barat berdasarkan pada Pasal 44 ayat 2 Peraturan Pemerintah Nomor 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan.

Menanggapi hal itu Wakil Walikota Depok, Pradi Supriatna merasa bersyukur atas keputusan gubernur tersebut.

“Tentu kami syukuri, karena bagaimana pun ada itikad dari Pak Gubernur yang memang sangat peduli terhadap saudara-saudara kita. Harapannya terhadap produk kegiatan yang mendukung itu, semisal BPJS maupun perkoperasiannya yang mampu menunjang pekerja agar lebih ditingkatkan lagi,” ungkapnya.

Pradi mengatakan, UMK yang baru saja ditetapkan oleh gubernur tersebut masih standar dengan biaya hidup di Kota Depok.

“Kami rasa masih cukup, kami juga melihat mereka sangat kreatif dengan kegiatan non formal yang mereka lakukan. Komunikasi kami dengan dinas terkait sangat baik dan bagus. Kami juga berterimakasih kepada teman-teman buruh yang ada di Depok. Beberapa waktu lalu kami dan Pak Walikota sempat berkumpul dan bertemu untuk berdialog,” terangnya.

Sementara itu Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Depok, Diah Sadiah mengatakan hingga kemarin siang pihaknya belum menerima secara resmi terkait surat keputusan penetapan UMK dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

“Untuk UMK yang 2018 kami belum terima secara resmi, kami tengah menunggu informasinya secara resmi karena kami baru lihat via medsos saja. Mudah-mudahan bisa secepatnya agar kami bisa melakukan sosialisasi,” terangnya.

Berikut daftar UMK untuk daerah kabupaten/kota di Jawa Barat yang berlaku mulai 2018

1 Kota Bogor Rp3.557.146,66

2 Kabupaten Bogor Rp3.483.667,39

3 Kota Sukabumi Rp2.158.430,53

4 Kabupaten Sukabumi Rp 2.583.556,63

5 Kabupaten Cianjur Rp 2.162.366,91

6 Kota Depok Rp 3.584.700,29

7 Kabupaten Purwakarta Rp 3.445.616,90

8 Kabupaten Karawang Rp 3.919.291,19

9 Kota Bekasi Rp 3.915.353,71

10 Kabupaten Bekasi Rp 3.837.939,63

11 Kabupaten Subang Rp 2.5297599

12 Kota Cirebon Rp 1.893.383,54

13 Kabupaten Cirebon Rp 1.873.701,81

14 Kabupaten Indramayu Rp 1.960.301,47

15 Kabupaten Majalengka Rp 1.653.514,54

16 Kabupaten Kuningan Rp l.606.030,12

17 Kota Bandung rp3.091.345,56

18 Kabupaten Bandung Rp 2.678.028,98

19 Kabupaten Bandung Barat Rp 2.683.277,45

20 Kota Cimahi Rp 2.678.028,45

21 Kabupaten Sumedang Rp2.678.028,99

22 Kota Tasikmalaya Rp1.931.435,35

23 Kabupaten Tasikmalaya Rp 1.920.937,99

24 Kabupaten Garut Rp 1.672.947,97

25 Kabupaten Ciamis Rp1.604.334,37

26 Kota Banjar Rp 1.562.730,28

27 Kabupaten Pangandaran Rp1.558.793,94

n Rahmat Tarmuji

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here