Bos Pandawa Dituntut 14 Tahun Penjara

334

Kota Kembang | jurnaldepok.id
Terdakwa kasus investasi bodong, KSP Pandawa Salman Nuryanto alias Dumeri dituntut 14 tahun penjara dan denda Rp 100 miliar karena terbukti melanggar UU Perbankan dan penipuan terhadap ribuan mantan nasabah Pandawa. Selain Dumeri, sebanyak 26 leader Pandawa dituntut 11 tahun penjara dan denda Rp 100 miliar.

Hal itu dibacakan Jaksa Penuntut Umum saat sidang tuntutan kasus Pandawa di Ruang Garuda, Gedung Pengadilan Negeri Depok.

“Terdakwa Salman Nuryanto kami tuntut 14 tahun penjara dan denda Rp 100 miliar subsider 6 bulan kurungan penjara,” ujar salah satu JPU Tyo Budi.

Menurut JPU, hal yang memberatkan terdakwa adalah mereka banyak merugikan nasabah. Sehingga nasabah kehilangan banyak uang. Kemudian para terdakwa menikmati hasil dari uang nasabah.

“Selanjutnya mereka tidak bertanggung jawab. Apa yang mereka lakukan dapat mencapai kerugian negara mencapai Rp 1, 8 triliun,” terangnya.

Ia menambahkan untuk barang bukti akan disita oleh negara. Mendengar hal itu, beberapa pengunjung yang merupakan korban KSP Pandawa pun berteriak. “Kok diambil negara sih,” kata salah satu pengunjung.

Majelis hakim meminta agar pengunjung tidak bersuara dan menghormati jalannya sidang. Bahkan Hakim Ketua Yulinda Trimurti Asih meminta kepada polisi untuk membawa pengunjung yang tidak menaati aturan sidang.

Jadwal sidang tuntutan sendiri dilakukan lebih maju dibandingkan jadwal yang ditetapkan. Sidang dimulai pukul 10.00 WIB, lebih maju satu jam dari yang telah dijadwalkan.

Berdasarkan pantauan, sidang pembacaan tuntutan mendapat pengawalan ketat dari pihak kepolisian. Tampak Tim Jaguar Polresta Depok juga turut mengamankan jalannya persidangan.

Dalam tuntutan ini majelis hakim membacakan enam berkas yang memuat 27 tersangka kasus investasi bodong ini.

Sidang akan dilanjutkan kembali satu minggu dari persidangan sebelumnya dengan agenda pembacaan pledoi atau pembelaan.

Usia mendengar tuntutan dari JPU, pengacara Salman Nuryanto, Ramjahif merasa keberatan khususnya dengan waktu yang ditetapkan Majelis Hakim terkait persiapan pledoi.

“Kami keberatan dengan waktu, karena hanya diberi waktu satu minggu. Jadi sekarang kami fokus ke pembelaan. Sebenarnya kami butuh waktu 2-3 minggu untuk pledoi,” ungkapnya.

Ia mengungkapkan hal yang memberatkan hukuman kliennya menurut JPU adalah Salman Nuryanto yang membuatkan sistem.

“Ini baru tuntutan ya, belum vonis. Kami akan fokus ke pembelaan,” pungkasnya.nNur Komalasari

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here