Proyek Jembatan Kresek Terancam Molor

201

Limo | jurnaldepok.id
Pengerjaan proyek pembangunan jembatan Kresek di perbatasan wilayah Rw 08 Kelurahan Grogol Kecamatan Limo dengan wilayah Kelurahan Tanah Baru, Kecamatan Beji, terancam molor pasalnya hingga saat ini pengerjaan jembatan baru mencapai 20 persen sementara sisa waktu pengerjaan jembatan tinggal 50 hari lagi.

Pimpinan Proyek pembangunan Jembatan Kresek, Ulil Sentosa mengaku kesulitan dalam pembuatan pondasi jembatan pasalnya debit air dibagian bawah jembatan cenderung terus meningkat sehingga menyulitkan para pekerja untuk melakukan pengecoran pondasi jembatan.

“Kami sudah memulai pekerjaan sejak SPK dikeluarkan yakni pada tanggal 23 oktober tapi progres pekerjaan baru mencapai dua puluh persen lantaran debit air cenderung terus meningkat dan yang lebih menghawatirkan adalah kondisi cuaca yang masih kurang bersahabat sehingga potensi peningkatan debit air semakin besar dan akan menyulitkan proses pengerjaan pondasi, ” ujar Ulil kepada Jurnal Depok, kemarin.

Meski begitu dirinya mengatakan akan berupaya semaksimal mungkin untuk memaksimalkan kinerja para pekerja jika kelak cuaca membaik guna menghindari sanksi Cut Off bilamana pengerjaan proyek tidak selesai hingga akhir bulan Desember tahun ini.

“Kami masih memiliki waktu satu bulan setengah dan bilamana cuaca membaik dan debit air menurun maka kami akan mengoptimalkannya dengan bekerja siang dan malam dan menambah jumlah pekerja karena jika tidak kami bisa terkena Cut Off, ” imbuhnya.

Sementara Sekretaris Kantor Kelurahan (Sekkel) Grogol, Lukman Zaelani meminta kepada PT Wina Artha Guna selaku Kontraktor pelaksana proyek untuk tetap mengutamakan kualitas pembangunan jembatan penghubung tersebut pasalnya kata dia Jembatan Kresek merupakan salah satu akses alternatif yang ramai dilalui pengendar baik kendaraan roda dua maupun kendaraan roda empat.

“Memang kondisi cuaca sedang kurang bagus tapi kami tetap meminta kepada pemborong agar tidak mengabaikan soal kualitas apalagi jenis proyek jembatan yang sangat vital bagi kelancaran aktivitas transportasi dikawasan ini, ” ujar Deden sapaan akrab Lukman Zaelani.

Hal senada juga dilontarkan oleh Sanif Jabun selaku Ketua Rw 08 Kelurahan Grogol.
Dia mengatakan akan terus mengawasi proses pekerjaan pada proyek pembangunan Jembatan senilai Rp 414 juta tersebut.

“Kami enggak mau pemborong melakukan pembuatan jembatan ini secara asal asalan karena nanti akibatnya sangat vatal makanya setiap hari saya selalu mengawasi proses pengerjaan proyek ini agar dikerjakan sesuai bestek baik terkait penggunaan bahan material maupun volumenya,” tutup Jabun. n Asti Ediawan

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here