Banyak Kasus Narkoba Di Sukmajaya

192
ILUSTRASI

Margonda | jurnaldepok.id
Polresta Depok merilis kasus penyalahgunaan narkoba sepanjang Oktober lalu. Hasilnya, terdapat 28 LP dan 29 tersangka yang berhasil diamankan Satuan Narkoba Polresta Depok.

Wakasat Narkoba Polresta Depok AKP Darminto mengatakan, dari pengungkapan kasus yang ada umumnya masih memakai modus yang sama. Yakni, pengedar menjual melalui kurir.

“Modus itu masih banyak dipilih oleh pengedar. Belum ada perubahan dari modus yang dipakai pengedar,” jelasnya.

Ia menjelaskan dari 29 tersangka yang diamankan terdapat 1 tersangka perempuan. Sama dengan tersangka lainnya, seorang perempuan ini juga menjadi pengedar. Selain itu, terdapat beberapa pemain lama yang kembali ditangkap.

“Untuk jumlah residivis yang kembali diamankan jumlahnya tidak banyak. Ada sekitar dua orang,” terangnya.

Lebih lanjut dia menjelaskan, terdapat dua wilayah di Depok yang menjadi atensi bahaya narkoba. Dua wilayah itu ialah Kecamatan Sukmajaya dan Kecamatan Cimanggis. Pada Oktober ini misalnya, Kecamatan Sukmajaya menjadi penyumbang kasus terbanyak kasus narkoba dengan 10 kasus.

“Sukmajaya menjadi kecamatan yang menjadi kasus terbanyak karena banyak perumahan dan jumlah penduduk yang banyak,” ucapnya.

Pada bulan Agustus Polresta Depok juga mengungkapkan kasus narkoba. Untuk Agustus, Kasat Narkoba Polresta Depok Kompol Malvino Edward mengatakan, terdapat 33 kasus narkoba dengan jumlah 44 tersangka dan barang bukti 2,4 kg ganja serta 1,5 ons sabu pada bulan Agustus ini.

“Jumlah 33 kasus itu merupakan jumlah yang besar karena, pada bulan-bulan sebelumnya paling banyak 28 kasus, ” tandasnya.nNur Komalasari

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here