Pembunuhan PRT Direkonstruksi

452

Sukmajaya | jurnaldepok.id
Polisi menggelar pra rekonstruksi kasus pembunuhan Pembantu Rumah Tangga (PRT) Samsiah (40), Pembantu Rumah Tangga (PRT) di Perumahan Pesona Khayangan Mungil, Blok AB, No20, Sukmajaya, Kota Depok, kemarin (9/11).

Dalam pra rekon tersebut, pelaku pembunuhan, Suwandi (22) melakukan 24 adegan.

Wakasat Reskrim Polresta Depok AKP Ketut Garis mengatakan, tidak ada kendala dalam pra rekonstruksi. Semua adegan dilakukan sesuai dengan Berita Acara Pemeriksaan (BAP).

Pihaknya memastikan, jika korban meninggal karena patah tulang leher yang menyebabkan dia tidak mampu bernafas.

“Sesuai hasil visum. Ada patah tulang di leher dan luka tusuk. Namun korban meninggal karena tidak mampu bernafas akibat dicekik pelaku,” terangnya.

Ia mengungkapka pelaku mencekik korban lantaran ditagih hutang sebesar Rp5 juta. Korban sempat marah-marah karena pelaku belum mampu membayar hutangnya yang digunakan untuk membayar sewa tempat bengkel.

“Ketika korban marah-marah, pelaku balik marah dan terjadi pertengkaran tersebut dan pelaku membunuh korban,” ungkapnya.

Ia mengatakan kemungkinan besar tidak ada unsur perencanaan dalam kasus pembunuhan ini. Polisi juga tengah mencari tahu apakah anak yang dikandung korban merupakan anak dari pelaku atau suami korban.

“Pelaku tidak mengakui jika anak yang dikandung korban merupakan anak dia. Makanya kami masih berusaha mengkonfirmasi kepada suami korban yang berada di cianjur,” katanya.

Sementara itu pelaku, Suwandi mengaku mengenal mengaku korban melalui handphone. “Awalnya kami sering teleponan sama dia,” Suwandi.

Sebelum menghabisi nyawa Samsiah dirinya mengaku baru selesai berhubungan intim. Hal itu sudah sering mereka lakukan hingga akhirnya korban hamil empat bulan.

Selesai berhubungan, keduanya pun mengobrol. Namun ditengah obrolan, Syamsiah menagih hutang pada dan keduanya bertengkar dan Suwandi membekap Syamsiah. Saat itu korban menagih hutang Rp 5 juta padanya. “Saya punya hutang Rp 5juta untuk setoran usaha,” tutupnya.nNur Komalasari

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here