Depok Bersiap Hadapi Bencana

199
Walikota Depok, Mohammad Idris didampingi unsur Forkopimda saat meninjau sarana dan prasana penunjang penanggulangan bencana usai Apel Siaga Penanggulangan Bencana Alam

Margonda | jurnaldepok.id
Pemerintah Kota Depok bersama Kodim 0508 Depok dan instansi vertical lainnya secara resmi menggelar Apel Siaga Penanggulangan Bencana Alam Kota Depok di Lapangan Balikota, Margonda.

“Upaya pengurangan resiko bencana harus dilakukan secara terencana, terpadu dan berkesinambungan agar mencapai kerja yang maksimal dan terarah,” ujar Letkol Inf R Moch Iskandarmanto, Dandim 0508/Depok, Senin (6/11).

Hal tersebut disampaikan Iskandar saat menjadi inspektur upacara dalam Apel Kesiapsiagaan Penanggulangan Bencana Alam Kota Depok. Ia mengatakan, banyak unsur yang dilibatkan seprti instansi, dinas terkait, organisasi masyarakat serta semua elemen masyarakat.

“Oleh karena itu kerjasama dan koordinasi yang telah terbina selama ini perlu untuk senantiasa kita jaga dan tingkatkan yang akan menentukan keberhasilan dalam pelaksanaan tugas,” tambahnya.

Sementara itu Walikota Depok, Mohammad Idris telah menginstruksikan dinas terkait untuk menginventarisasi wilayah-wilayah yang masuk dalam kategori langganan bencana.

“Seperti jebolnya turap, jebolnya seperti apa. Kemudian kali-kali yang luapannya besar dan bisa direkayasa secara kelengkapan sarana dan prasarana kemasyarakatan seperti saluran air yang banyak sampah, termasuk pelebaran dan penataan saluran. Namun peristiwa yang menyangkut puting beliung itu kan sulit diprediksi,” ungkap Idris kepada Jurnal Depok.

Selain itu, walikota juga telah menginstruksikan kepada dinas terkait untuk menghitung Bantuan Tak Terduga (BTT) secara konkret untuk mengatasi bencana.

“Di tahun ini BTT kurang lebih Rp 70 miliar, itu belum termasuk di APBD Perubahan, yang APBD Perubahan kami belum cek lagi nilainya berapa, tapi yang jelas ada tambahan,” paparnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, bahwa penambahan titik banjir dapat dilihat dari sisi realitas genangan air khususnya di perumahan-perumahan bukan pemukiman yang secara infrastruktur, konsep dan penataan perumahan kurang baik.

“Bisa juga pelanggaran terhadap siteplain, kalu itu ada harus segera dikaji perumahan tersebut. Pihak pengembang bisa ditekan untuk melakukan penataan ulang,” katanya.

Apel Siaga Penanggulangan Bencana Alam yang kemarin digelar tak lain, kata dia, untuk memperkuat koordinasi antar instansi vertikal dengan masyarakat.

“Personel dan peralatan semua sudah siap semua. Mudah-mudahan tidak terjadi bencana yang besar. Kalau bencana yang sifatnya langganan masih bisa tertangani dengan sarana dan prasarana yang ada. Saat ini memang kami belum memiliki mobil pemadam kebakaran yang ada tangganya, itu baru di 2018 nanti,” jelasnya.

Seusai acara walikota beserta Forkopimda bersama-sama menyaksikan simulasi penanggulangan bencana kebakaran yang diperagakan oleh Tim Reaksi Cepat (TRC). Mereka juga memeriksa segala kelengkapan peralatan penanggulangan bencana.

Acara tersebut juga melibatkan Polri, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, Satpol PP, Dinas Kesehatan dan Dinas Sosial maupun Organisasi Masyarakat diantaranya Tagana, Komunitas Ciliwung dan lainnya. n Rahmat Tarmuji

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here