PT Megapolitan Kena Semprot

336

Cinere | jurnaldepok.id
Ketua DPRD Kota Depok, Hendrik Tangke Allo meminta kepada PT Megapolitan Developments Tbk selaku pengembang perumahan Cinere Park View di Jalan Graha Rw 12 Kelurahan / Kecamatan Limo, untuk menghentikan proses pembangunan dan penjualan rumah di komplek perumahan tersebut sebelum mengantongi Izin Mendirikan Bangunan (IMB).

Demikian diungkapkan Hendrik saat melakukan sidak ke lokasi perumahan beberapa waktu lalu.
Dikatakannya pembangunan ratusan unit rumah di perumahan Cinere Park View yang belakangan diketahui belum memiliki IMB harus segera dihentikan karena jelas jelas sudah melanggar aturan yakni Perda tentang IMB dimana seharusnya pengembang baru diperbolehkan membangun jika telah mengantongi IMB.

“Seharusnya saat akan mulai membangun, pengembang sudah mengantongi kelengkapan perijinan termasuk Izin Mendirikan Bangungan (IMB) dan setelah saya tanya dengan pihak Megapolitan selaku pengembang ternyata IMB perumahan ini belum ada sementara faktanya sudah terbangun ratusan rumah bahkan sebagian sudah terjual dan sudah ditempati oleh konsumen nya untuk itu saya akan berkoordinasi dengan Dinas terkait untuk melakukan penindakan terhadap pelanggaran aturan ini, ” tegas Hendrik.

Kunjungan Ketua DPRD dan jajaran Komisi A DPRD Kota Depok ke lokasi perumahan Cinere Park View kemarin ditindak lanjuti oleh Wakil Walikota Depok, Pradi Supriatna beserta jajaran Dinas Penanaman Modal dan Perijinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP).

Pada kunjungan itu orang nomor dua dijajaran Pemerintah Kota (Pemkot) Depok mengatakan akan mendalami permasalahan prihal perijinan perumahan tersebut kepada Dinas terkait.

“Nanti kita akan panggil semua pihak terkait untuk membahas permasalahan perijinan perumahan Cinere Park View, ” ujar Pradi.

Sementara Lurah Limo, Danudi Amin kepada Jurnal Depok memastikan bahwa ratusan rumah di perumahan Cinere Park View belum mengantongi IMB pasalnya kata dia sampai detik ini dirinya belum pernah menanda tangani rokomendasi IMB untuk perumahan itu.

“Belum ada IMB nya dan saya tidak pernah menanda tangani rekomendasi IMB Cinere Park View, ” tegas Danu.

Dilain sisi salah satu tokoh masyarakat sekaligus Ketua Rw 12 Kelurahan Limo Yacob Tulam Saragih mengaku sangat menyayangkan keteledoran instansi terkait yang berdampak kepada pelanggaran aturan yang berpotensi merugikan masyarakat konsumen.

“Bagaimana bisa ratusan rumah terbangun tanpa IMB, kalau begini dimana aparatur dari instansi terkait sehingga sampai kecolongan seperti ini, ” ujar Yacob kepada Jurnal Depok kemarin.
Dia mengaku fesimis pengembang perumahan akan mendapatkan IMB pasalnya kata dia lahan yang digunakan untuk membangun perumahan itu merupakan lahan eks HGB 527 yang sudah habis masa berlakunya alias kadaluarsa.

“Untuk meloloskan perijinan termasuk IMB alas haknya lahan yang digunakan harus jelas dan setahu kami perumahan itu dibangun diatas lahan eks HGB 527 yang sudah kadaluarsa untuk itu kami sangat mendukung pernyataan Ketua DPRD yang meminta agar pembangunan rumah di perumahan itu harus begitu juga dengan pemasarannya guna meminimalisir potensi kerugian masyarakat konsumen, ” pungkas Yacob. n Asti Ediawan

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here