MUI Tak Sembarangan Keluarkan Fatwa

246

Pancoran Mas | jurnaldepok.id
Majelis Ulama Indonesia (MUI) sangat berhati-hati dan tidak sembarangan dalam mengeluarkan fatwa. Hal itu dikatakan langsung oleh Sekretaris MUI Kota Depok, Khairullah Ahyari dalam acara Sosialisasi Fatwa MUI Kota Depok.

“Kami telah mengeluarkan fatwa salah satunya terkait Pandawa, selain itu kami menyampaikan kembali fatwa tentang Ahmadiyah. Karena banyak pertanyaan dan permintaan dari masyarakat agar fatwa itu disampaikan kembali,” ujar Khairullah kepada Jurnal Depok, Kamis (2/11).

Ia menambahkan, bahwa sebelum mengeluarkan fatwa pihaknya melakukan beberapa proses. Pasalnya, kata dia, selama ini masyarakat menganggap fatwa itu gampang dikeluarkan, padahal ada hal-hal yang tidak harus difatwakan namun sudah jelas hukumnya.

“Seperti masalah keharaman judi, prostitusi maupun minuman keras, itu tidak perlu dikeluarkan fatwa lagi. Namun, hal-hal yang belum jelas di masyarakat, menjadi pertanyaan dan meresahkan masyarakat atau mungkin hukumnya belum jelas, itu bisa dikeluarkan fatwa oleh MUI,”paparnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, bahwa MUI dalam mengeluarkan fatwa tidak sembarangan akan tetapi mengedepankan kroscek dan penelitian terlebih dahulu. Dijelaskannya, fatwa yang dikeluarkan oleh MUI Kota Depok terkait haramnya Koperasi Pandawa tahun lalu, dirasa efektif untuk memberikan kaidah hukumnya kepada masyarakat.

“Kami berharap masyarakat dapat memahami terutama proses pembuatan fatwa dari A sampai Z nya. Selanjutnya produk fatwa itu bisa menyebar di tengah-tengah masyarakat,” katanya.

Ketua Komisi Fatwa MUI Kota Depok, KH Encep Hidayat mengatakan dikeluarkannya fatwa bisa jadi karena ada pertanyaan baik perorangan maupun lembaga. Atas pertanyaan itu, MUI Kota Depok harus memberikan jawaban kepada masyarakat.

“MUI harus merespon apa yang sedang berkembang di tengah-tengah masyarakat, terlebih ketika muncul keresahan di masyarakat. Namun yang paling enak ketika ada masyarakat yang mengajukan, di dalam proses pengajuan itu maka harus diajukan secara formal dan tertulis, karena MUI lembaga formal,”terangnya.

Sebelum mengeluarkan fatwa, sambungnya, pihaknya terlebih dahulu melakukan kajian-kajian dan penelitian terhadap objek yang akan difatwakan.

“Kami sangat hati-hati, orang-orang yang duduk di komisi fatwa memang harus benar-benar yang memahami,” jelasnya.

Acara Sosialisasi Fatwa MUI Kota Depok diikuti kurang lebih 100 peserta dari berbagai utusan masjid dan pengurus MUI kecamatan. Acara yang digelar di Gedung MUI Kota Depok juga menghadirkan beberapa narasumber. n Rahmat Tarmuji

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here