Miris, Guru Dipecat Di Depan Murid

215
ilustrasi

Pancoran Mas | jurnaldepok.id
Nasib malang dialami sejumlah guru di Sekolah Al Falah dibawah naungan Yayasan Perguruan Islam (YPI). Pasalnya banyak guru yang dipecat oleh yayasan. Ironisnya pemecatan dilakukan dihadapan sejumlah siswa. Bahkan sejumlah guru sempat diusir oleh sekelompok orang tak dikenal.

Nurmalina, salah satu guru yang dipecat mengatakan, ada tujuh guru yang mengalami pemecatan. Guru-guru itu dipecat tanpa alasan yang jelas. Yang membuatnya sedih, guru-guru dipecat saat sedang mengajar. Padahal ada guru yang mengabdi puluhan tahun.

Masa kerja mereka ada yang diatas sembilan tahun. Bahkan ada yang sudah 20 tahun. “Tadi pagi kami sudah tidak boleh masuk gerbang, saya dipecat dihadapan anak-anak saat di dalam kelas,” terangnya.

Ia mengungkapkan pihak yang memecat adalah orang-orang yang ingin memimpin sekolah. Padahal kata dia, mereka bukan pemilik yayasan. “Mereka mengaku dari forum,” tambahnya.

Peristiwa ini membuat para murid sedih. Mereka pun akhirnya memilih pulang dan tidak melanjutkan pelajaran. Siswa tak kuasa menahan tangis. Mereka berharap para guru tersebut tetap diijinkan mengajar.

“Sama sekali tidak dijelaskan alasan pemecatannya apa. Dan pihak yayasan Al Falah 1 pun tidak ada pemecatan. Saya juga tidak tahu ini mereka kapasitasnya apa,” jelasnya.

Mereka yang dipecat, tidak hanya guru. Bahkan ada yang berstatus sebagai kepala sekolah juga dipecat. “Yang dipecat itu saya, pak Ridwan Suhandi selaku Kepala Sekolah MI, bu Yuniarti, pak Arif Kusnadi, bu Emah Kholistiani, bu Lela Kodriah dan pak Herwanto Kepala Sekolah SMP. Kami ini statusnya sudah pegawai tetap Yayasan Al Falah I,” paparnya.

Dirinya melaporkan kasus ini ke Kementerian Agama dan Dinas Pendidikan Kota Depok. Dari jawaban Kemenag dan Disdik kata Nurmalina, pemecatan ini tidak sah.

“Itu artinya kami akan tetap mengajar walau apapun yang terjadi. Kami ini pendidik, ingin mencerdaskan anak bangsa. Jangan jadikan kami korban kedzoliman,” ucapnya.

Kuasa hukum para guru, Hasan Maulana mengatakan, apa yang dialami Nurmalina dan teman-teman adalah perbuatan melanggar hukum. Ia berharap, aparat dapat bertindak tegas terhadap para pelaku yang telah berbuat tidak adil tersebut.

“Apakah pantas membiarkan proses pungusiran seperti ini. Saya yakin penegak hukum bersikap profesional dan kami dari lembaga yang sudah melahirkan sumber daya manusia terdidik siap berhadapan dengan hukum. Alhamdulillah sudah laporkan kasus ini ke polisi. Kami lihat proses selanjutnya,” tutupnya.nNur Komalasari

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here