Gara-gara Medsos 157 Pasangan Cerai

419

Margonda | jurnaldepok.id
Fenomena media sosial (Medsos) saat ini mulai mengarah kepada sisi yang membahayakan bagi keretakan rumah tangga. Hal tersebut ditunjukan dari fakta persidangan, bahwa hampir sebagian kasus perceraian di Kota Depok diakibatkan oleh media sosial.

“Fakta persidangan yang kami pantau, itu akibat medsos, ” ungkap Panitra Pengadilan Agama Kota Depok, Entoh Abdul Fatah.

Menurut Entoh fenomena perceraian akibat medsos sudah mulai meningkat dalam setiap bulan. Bahkan pada Agustus kemarin mencapai angka 157 kasus.

“Setiap bulan mengalami peningkatan orang yang bercerai akibat medsos. Kalau tahun sebelumnya itu kebanyakan karena ekonomi. Tapi sekarang karena faktor Medsos,” ujar Entoh.

Ia menuturkan dalam data perceraian Pengadilan Agama Depok, tidak disebutkan secara terang bahwa kasus perceraian akibat medsos. Tapi yang diperlihatkan hanya ketidakharmonisan serta pertengkaran sebagai penyebab utama.

“Memang tidak disebutkan secara detail. Tapi keharmonisan dan pertengkaran tersebut, timbul akibat adanya kecemburuan baik istri dan suami. Contoh saja, ketika ada sms atau status Facebook yang romantis dengan pihak lain, itu menjadikan suami atau istri cemburu dan berujung pertengkaran akhirnya cerai, ” jelasnya.

Dirinya mengajak kepada semua pihak untuk pandai mengatur pengelolaan media sosial. Sebab jika hal ini tidak dikontrol dengan baik, bisa fatal. Terutama bagi suami dan istri, jaga baik-baik etika komunikasi lewat medsos. Jangan terlalu kebablasan dengan wanita atau laki-laki lain.

“Akhirnya membuat cemburu dua belah pihak,” jelasnya.

Ia juga menjelaskan sebenarnya media sosial merupakan sarana komunikasi yang sangat efektif bila dimanfaatkan dengan baik. Akan tetapi media sosial akan berubah fungsi kearah yang tidak baik jika yang menggunakan tidak memiliki standar pengetahuan dan Imam yang kuat.

“Bagi saya medsos itu perlu dan penting. Kalau pun terjadi kasus perselingkuhan yang menyebabkan cerai itu karena faktor pribadi. Makanya memanfaatkan medsos harus dibarengi dengan pemahaman yang baik terutama dalam hal agama. Jadi kalau ada yang gangguan atau apa, yah jangan di respon kalau sudah punya istri ada suami,” tandasnya.nNur Komalasari

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here