Spanduk RK ‘Dibredel’

502
Pegiat dan pecinta lingkungan yang tergabung dalam FKH tengah mencopot spanduk cagub Jabar, Ridwan Kamil. Spanduk itu sengaja dicopot lantaran dinilai merusak pohon karena pemasangan spanduk dipaku di pohon

Margonda | jurnaldepok.id
Forum Komunitas Hijau (FKH) melakukan pencopotan spanduk calon gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil (RK) yang dipaku di pepohonan dan fasilitas umum di wilayah Depok. Koordinator FKH Kota Depok, Heri Saefudin Blangkon merasa prihatin dengan maraknya sapnduk yang dipaku di pepohonan.

“Kami menyesalkan tindakan brutal yang menyakiti pohon, sementara komunitas dan pecinta lingkungan berusaha merawat dan menanam pohon di stiap kesempatan,” ujar Heri kepada Jurnal Depok, Kamis (28/9).

Aksi pencopotan spanduk cagub dan cawagub Jawa Barat beberapa hari lalu jumlahnya mencapai puluhan. Belum lagi, kata dia, spanduk yang merupakan ajang promosi yang juga dipaku di pepohonan. Pihaknya juga akan menggelar aksi kedua pencabutan paku yang menempel di pepohonan hari ini.

“Terkait dengan maraknya aksi pemakuan pepohonan di seluruh wilayah se-Kota Depok saat ini, baik oleh simpatisan bakal calon kepala daerah maupun ajang promosi berbagai produk. Maka kami mengundang seluruh aktifis lingkungan dan para stakeholder untuk aksi jawaban sebagai solusi,” paparnya.

Aksi yang diberi nama ‘Aksi Cabut Paku-Sayangi Pohon’ itu nantinya bakal digelar di 11 kecamatan se Kota Depok dengan titik kumpul di Balaikota Depok.

Dalam aksi pertama lalu, pihaknya juga menemukan spanduk yang dipasang di fasilitas umum seperti tiang listrik maupun tiang telepon. Selain spanduk milik RK, pihaknya juga menemukan spanduk cagub lainnya seperti UU Ruhzanul Ulum.

Sebelumnya kecaman juga datang dari aktifis lingkungan, Didit.

“Bukan hanya kali ini, pepohonan ‘diperkosa’ untuk dijadikan media publikasi dan ‘alat peraga parpol’. Anehnya para penegak perda seolah selalu diam tanpa daya. Hampir selalu, di tiap momen politik dan kepartaian masyarakat kota disuguhkan pemandangan bendera serta alat peraga politik di pepohonan,” pungkasnya. n Rahmat Tarmuji

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here