Gerindra Tak Nyaman Koalisi Dengan PKS

187
H Mulyadi

Margonda | jurnaldepok.id
Posisi Ketua DPD Partai Gerindra Jawa Barat, H Mulyadi kini makin di atas angin dalam menentukan siapa yang bakal diusung dalam pilgub Jabar dari partainya itu. Terlebih setelah ada steatmen dari Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto yang mengatakan bahwa rekomendasi untuk pilkada Jabar berada di tangan Mulyadi.

Menanggapi hal itu Mulyadi mengatakan, bahwa saat ini pihaknya masih terus menjalin komunikasi dengan berbagai pihak, termasuk poros tengah yang terdiri Partai Demokrat, PPP, dan PAN.

“Memang semua harusnya kembali kepada steatmen Pak Prabowo, beliau menegaskan untuk Pilgub Jabar akan mendengarkan rekomendasi DPD Gerindra Jabar,” ujar Mulyadi kepada Jurnal Depok, kemarin.

Terkait hubungannya dengan PKS ia mengatakan, bahwa langkah PKS untuk Gerindra Jabar sangat kontraproduktif untuk memperbaiki kerjasama.

“Kami anggap tidak memiliki etika dalam kemungkinan koalisi di Pilgub Jabar, karena merasa bisa by pass ke pusat, keberadaan Gerindra di daerah tidak dianggap. Padahal Pak Prabowo sudah menegaskan bahwa untuk Pilgub Jabar beliau akan mendengarkan rekomendasi Gerindra Jabar, ini malah mendahulukan ketemu DPW PAN Jabar untuk bahas Pilgub Jabar 2018,” paparnya.

Secara tidak langsung, sambungnya, jajaran pengurus DPD dan DPC se Jabar dianggap tidak ada oleh DPW PKS Jabar.

“Hal ini kembali membuat Gerindra tidak nyaman. Justru langkah DPW PKS ini akan mempertegas sikap untuk mencabut pernyataan dukungan yang diskenario kan PKS. Sikap ini untuk menjaga marwah Partai Gerindra Jabar yang sama sekali tidak dianggap oleh PKS,” ungkapnya.

Sementara itu Ketua DPW PAN Jawa Barat, Hasbullah Rahmad mengatakan bahwa partainya belum melakukan komunikasi formal dengan PKS.

“Belum ada, belum bicara serius. Kami juga belum berbicara dengan Pak Syaikhu, tapi kalau kawan-kawan PKS di dewan provinsi ya pernah ngobrol,” pungkasnya. n Rahmat Tarmuji

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here