Tekan Angka Perceraian

204

Laporan: Nur Komalasari
Guna menekan angka perceraian di Kota Depok sebanyak 40 pasang calon pengantin mengikuti Bimbingan Perkawinan Bagi Calon Pengantin Angkatan 2, yang diadakan Kementrian Agama Kota Depok, di Aula Kantor Kecamatan Cimanggis, Rabu (27/9).

Bimbingan perdana ini wajib diikuti calon pengantin. Hal tersebut sesuai imbauan langsung dari Kementrian Agama. Menjadi wajib karena angka perceraian cukup tinggi begitu pula di Kota Depok.

Hadir sebagai pembicara dalam bimbingan yakni Kasie Bimbingan Masyarakat dari Kementrian Agama Kota Depok, Perwakilan UPT Puskesmas Cisalak dan Perwakilan dari KUA Cimanggis. Bimbingan diadakan selama dua hari, tanggal 27-28 September 2017.

Salah satu pasangan yang mengikuti bimbingan, Erlinda. Ia mengatakan dalam bimbingan diberi arahan tentang tujuan pernikahan. Pengenalan lebih mendalam tentang pasangan, juga penyuluhan kesehatan reproduksi.

“Dalam bimbingan juga pembicara merupakan orang yang kredibel di bidangnya,” ujar warga Harjamukti tersebut.

Kegiatan lain dari bimbingan adalah calon pengantin diberikan kertas kosong untuk menulis hal-hal yang diketahui tentang pasangannya.

“Kegiatan yang sangat berguna semoga memberi manfaat bagi calon pengantin,” tandasnya.

Tak hanya itu pembelajaran pendidikan pra nikah juga dirasakan Ibnu. Warga Mekarsari tersebut mengatakan dalam bimbingan itu juga dilatih praktek ijab qabul langsung dipimpin penghulu.

“Iya deg-deg an juga meski baru latihan. Tadi saya juga grogi karena hal itu kan sakral. Takut salah-salah. Nanti di rumah saya latihan lagi,” katanya.

Menurutnya bimbingan tersebut sesuatu yang cukup penting. Mengingat angka perceraian di Depok tinggi. Dirinya tentu tidak ingin hal tersebut menimpa ia dan pasangan nya.

“Jangan sampai kayak gitu. Makanya bimbingan ini penting, karena diberi pemahaman yang sejelas-jelasnya. Kita juga bisa bebas bertanya sebanyak-banyaknya. Ini gratis loh, kalau bimbingan seperti ini biasanya bayar ke konseling,” pungkasnya.nNur Komalasari

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here