Peserta Unras Bawa Keranda

468

Margonda | jurnaldepok.id
Peserta aksi unju krasa penolakan uji coba Sistem Satu Arah (SSA) membawa keranda mayat ke depan Kantor Walikota. Keranda tersebut merupakan symbol empati bagi dua korban jiwa yang tewas di jalur SSA.

“Kami sudah dua kali aksi, tujuan ingin bertemu Pak Wali untuk sampaikan aspirasi. Kami dari Kelurahan Depok Jaya tak asal unras. Kami bawa keranda sebagai simbol empati kami terhadap dua korban jiwa yang meninggal di jalur SSA,” ujar Toro, koordinator aksi, Rabu (27/9).

Dikatakannya, semenjak SSA diberlakukan jalur Nusantara Raya menjadi rawan kecelakaan. Ia juga membantah jika aksi tersebut ditunggangi oleh kelompok tertentu.

“Kami aksi damai dan tidak terafiliasi oleh parpol mana pun. Dari itu, sepulang dari sini kami akan kembali melintasi Jalan Dewi Sartika karena Jalan ARH rentan ditumpangi,” paparnya.

Hal senada juga diungkapkan Ketua RW 03, Firman. Ia mengatakan, bahwa pihaknya terpaksa memportal akses jalan di kompleks nya.

“Perumahan yang seharusnya aman dan nyaman kini tak sesuai lagi dengan adanya SSA. Kami merasa dirugikan dengan adanya SSA. Kami akui bahwa SSA ada manfaatnya, tapi lebih besar mudorotnya,” tandasnya.

Dari itu, pihaknya bersama warga mengirimkan surat secara tertulis kepada walikota. Di dalam surat itu juga terdapat survey yang dilakukan pihaknya kepada masyarakat sekitar jalur SSA.

“Kami lakukan survey, hasil survey itu mayoritas menolak dan meminta agar SSA dibatalkan. Hanya sedikit responden yang mengatakan SSA itu ada manfaatnya,” paparnya.

Salah seorang pedagang di Pasar Depok Jaya, Romo mengatakan bahwa omzetnya menurun 30 persen setelah pemerintah kota memberlakukan SSA di Jalan Nusantara.

“Kami minta penetapan SSA ini ditunda, ini suara pedagang yang ada di Pasar Depok Jaya. SSA berimbas pada konsumen yang enggan mendatangi toko dan kios kami. Sejak dua hari SSA diberlakukan omzet kami turun sampai 30 persen,” katanya.

Lebih lanjut ia mengatakan, bahwa konsumen menjadi enggan berbelanja di Pasar Depok Jaya karena kesulitan untuk aksesnya.

“Konsumen jadi malas ke Pasar Depok Jaya, karena mereka harus memutar setelah belanja di Pasar Depok Jaya,” ungkapnya.

Pernyataan itu mereka curahkan saat beraudiensi dengan perwakilan Pemerintah Kota Depok yang diwakili oleh Kastpol PP, Kadishub dan Kapolsek Pancoran Mas.

“Semua yang disampaikan pada hari ini akan kami sampaikan langsung ke Pak Wali, karena Pak Wali hari ini (kemarin,red) sedang dinas luar. Kami juga sudah mencatat dan mendokumentasikan pertemuan hari ini,” pungkas Dudi Miraz, Kasatpol PP Kota Depok. n Rahmat Tarmuji

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here