Pelaku UMKM Dilatih Mengmas Produk

207

Margonda | jurnaldepok.id
Sedikitnya 100 pelaku UMKM di Kota Depok mendapatkan pelatihan atau bimbingan teknis pengemasan produk oleh Deputi Riset Edukasi dan Pengembangan Badan Ekonomi Kreatif.

Direktur Edukasi Ekonomi Kreatif, Poppi Savitri mengatakan workshop yang digelar ditujukan bagi pengusaha oleh-oleh rumahan maupun skala UKM yang membutuhkan binaan terkait pengemasan produk kulinernya.

“Workshop ini memberikan edukasi tentang desain kemasan, sehingga para pengusaha makanan bisa berinovasi untuk mengembangkan usahanya,” ujarnya, Senin (25/9).

Dia mengatakan, makanan dan oleh-oleh kuliner yang dikemas dengan menarik, baik dan visual branding dapat meningkatkan nilai tambah dari produk sehingga menarik minat pembeli. Dengan dikemasnya oleh-oleh tersebut secara menarik juga bisa menjadi sebuah ikon baru yang khas dan akan dikenal wisatawan.

“Hal inilah yang dinilai sebagai salah satu potensi yang patut dikembangkan melalui sosialisasi dan workshop, sehingga nantinya para pelaku usaha lebih kreatif dan dapat terus berinovasi serta berkembang secara dinamis sesuai zaman,” katanya.

Ia berharap melalui workshop ini para peserta mendapatkan pemahaman mengenai pengemasan produk yang baik dan dapat mengaplikasikannya pada produk yang mereka hasilkan. Sehingga para pelaku UKM bisa terus berkreasi dan berinovasi untuk produk-produknya di pasaran.

“Karena kemasan produk merupakan hal pertama yang dilihat oleh konsumen, sehingga desain kemasannya harus dibuat semenarik mungkin,” jelasnya.

Anggota DPR RI Komisi X, Nuroji menambahkan Pemerintah Kota Depok seharusnya memiliki data base para pelaku UMKM yang ada. Dimana Pemkot bisa memberikan lokasi atau gerai yang bisa dijadikan lokasi para pelaku UMKM untuk memperkenalkan atau memasarkan produknya ke publik atau masyarakat.

“Di negara lain seperti negara Eropa ada pasar vintage yang menjual produk-produk lawas dan diharapkan di Kota Depok ada pusat penjualan makanan atau oleh-oleh Kota Depok. Di wilayah Kota Depok tidak ada Sumber Daya Alam seperti gunung, danau dan lainnya sehingga tidak bisa meningkatkan PAD dari sektor tersebut,” tandasnya.

Dikatakannya, saat ini lahan pertanian sudah menjadi perumahan, dengan kondisi itu maka diharapkan Pemkot Depok bisa mengembangkan para pelaku UMKM nya.

“Di Depok tidak memiliki SDA, pertanian lahannya sudah dijadikan perumahan, PAD kecil tapi tetap optimis dengan mengembangkan SDM sperti mengembangkan para pelaku usaha di Kota Depok,” terangnya.

Nuroji mencontohkan, seperti produk pakaian atau konveksi Bulak Timur di Cipayung. Menurut Nuroji sangat baik dalam mengembangkan ekonomi kreatif jika dikelola kreatif maka bisa dijadikan pusat atau kampung ekonomi kreatif.

Sekretaris Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Depok, Hestiana menambahkan diharapkan dengan adanya workshop itu bisa membantu para pelaku UMKM di Kota Depok dalam usahanya membesarkan produknya.

“Kami nilai kegiatan ini sangat membantu para pelaku UMKM di Kota Depok, walaupun di Disperindag ada pelatihan namun sangat terbatas dan akan tetap bersinergi sehingga pelaku UMKM bisa maju dan berkembang dengan hasil produknya,”katanya.

Sementara itu salah satu peserta dari Unit Beji Mandiri, Ernawati mengaku bahwa workshop ini sangat bermanfaat.

“Kita diajarkan dan berdiskusi bagaimana memilih design untuk produk, jadi memang setiap design kemasan pada produk tidak bisa asal-asalan, harus disesuaikan dengan produk yang ingin dipasarkan,” pungkasnya. n Rahmat Tarmuji

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here