HTA Sikapi Demo SSA

301
Hendrik Tangke Allo

Kota Kembang | jurnaldepok.id
Ketua DPRD Depok, Hendrik Tangke Allo turut menyikapi terkait rencana aksi penolakan program Sistem Satu Arah (SSA) yang bakal digelar esok hari oleh elemen masyarakat. Dikatakan Hendrik, bahwa aksi tersebut sah-sah saja dilakukan asalkan dengan cara-cara yang benar.

“Sah-sah saja jika ada tuntutan dari masyarakat sekitar terkait SSA. Artinya dengan dilanjutkannya uji coba SSA mungkin ada imbas yang tidak bagus yang dirasakan oleh masyarakat sekitar,” ujar Hendrik kepada Jurnal Depok, Senin (25/9).

Hendrik berharap, walikota dapat menemui para demonstran jika program uji coba SSA itu mau dilanjutkan.

“Ya seharusnya Pak Wali menerima mereka, artinya jika Pak Wali harus meneruskan SSA beri penjelasn sejelas-jelasnya kepada masyarakat terutama mereka yang ikut aksi. Tapi itu kembali lagi ke Pak Wali, kami tidak tahu kesibukan Pak Wali seperti apa, mudah-mudahan Pak Wali bisa menerima,” harapnya.

Tak hanya itu, Hendrik juga berharap walikota dapat memberi penjelasan dan pemahaman kepada masyarakat sehingga informasi yang diterima mereka A1 dan langsung dari walikota.

“Jadi bisa diambil keputusan langsung di sana. Kalau memang harus dilanjutkan ya sampaikan bahwa uji coba SSA dilanjutkan, kalau harus ditinjau ulang ya sampaikan ditinjau ulang, agar masyarakat tahu kondisi yang sebenarnya. Kami rasa Pak Wali enggak takut, masa Pak Wali takut ketmu warganya,” ungkapnya.

Di satu sisi, kata dia, pemerintah mengklaim kemacetan di jalur SSA terurai. Akan tetapi, sambungnya, harus juga dilihat disisi lain efek yang ditimbulkan seperti apa. Jika ada yang mengatakan bahwa SSA dibuat untuk kepentingan masyarakat umum, Hendrik setuju.

“Namun hal itu harus dikaji lebih dalam lagi. Betul tidak, efeknya sudah dirasakan oleh semua warga Kota Depok, atau justeru malah menimbulkan persoalan baru bagi sebagian masyarakat yang ada di sana. Ada atau tidaknya SSA harus dilihat imbasnya kepada masyarakat di luar lokasi seperti apa, kan juga tidak berpengaruh. Yang berpengaruh mereka pedagang yang menggantungkan hidupnya di sana,” paparnya.

Tak hanya pedagang, lanjutnya, masyarakat di sekitar perumahan yang ada di jalur SSA juga mengalami imbas yang tidak baik.

“Yang tadinya kampungnya adem, ayem dan damai kini berubah setelah ada SSA, ternyata semakin semrawut ketika ada SSA kampung mereka, pemerintah melihat itu tidak?. Kalau kecelakaan bisa terjadi di mana saja, kami tidak mau hal itu dikaitkan oleh SSA. Yang jelas dampak sosialnya begitu terasa,” terangnya.

Hendrik tetap pada prinsipnya bahwa uji coba SSA harus dihentikan sementara sambil melengkapi sarana dan prasarana nya seperti Jembatan Penyebrangan Orang (JPO). Mengingat di lokasi tersebut ada beberapa sekolah, pasar dan lainnya.

“Imbasnya bagi masyarakat yang ada di Jalan Raya Bogor, Cinere maupun Sawangan itu tidak berpengaruh, justeru yang merasakan adalah masyarakat yang ada di sekitar itu. Bukannya kami tidak setuju SSA, kami setuju kok. Akan tetapi harus dipikirkan sarana prasarana pendukungnya sudah siap atau belum,” pungkasnya. n Rahmat Tarmuji

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here