Walikota Siap Buka-bukaan

307
Mohammad Idris

Kota Kembang | jurnaldepok.id
Walikota Depok, Mohammad Idris menyatakan kesiapannya untuk buka-bukan terkait Aparatur Sipil Negara (ASN) yang diasesmen dalam mengisi jabatan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Depok.

“Saat ini sedang dilakukan asesmen, yang masuk memenuhi admistrasi ada 13 orang. Ini bakal diumumkan, tapi kalau proses keseluruhan terlebih terkait waktu kan tidak bisa dipublish, makanya nanti akan diumumkan,” ujar Idris kepada Jurnal Depok, Jumat (22/9).

Idris juga membantah ada hal yang ditutup-tutupi dalam penilaian atau asesmen terkait peserta yang nantinya bakal menempati posisi Sekda.

“Jadi kurang transparan apa walikota terkait Sekda?. Penjabatnya sudah ada, asesmen kami buka, nanti hasilnya pun akan kami buka. Dari 13 orang ini hanya tiga yang diajukan ke gubernur, bukan untuk meminta rekomendasi dari gubernur tapi minta restu saja,” paparnya.

Bahwa restu itu, kata dia, sebagai pemberitahuan bahwa pemerintah kota telah melakukan asesmen terhadap ketiga orang tersebut. Tiga orang tersebut nantinya akan dinilai secara ranking, dan nilai yang tertinggi maka itulah yang akan dipilih.

“Kami buka nanti nilainya. Kalau yang dari luar kan kemarin yang lelang, namun tidak ada yang berani daftar ke Depok. Akhirnya KASN mengarahkan kami untuk melakukan mutasi namun tetap menjalankan proses asesmen,” terangnya.

Asesmen dirasa perlu dilakukan, sambungnya, karena di eselon II ada asesmen yang sudah kadaluarsa. Dari itu, pihaknya akan melakukan asesmen kembali. Namun bagi mereka yang asesmennya masih satu tahun, dikatakan Idris itu masih berlaku.

“Tentu nama-nama yang diasesmen akan kami publish, hasilnya nanti tiga besar akan dipublish. Kecuali nanti bedanya 0,1 sekian seperti halnya Kepala Dinas Perpustakaan, sebenarnya nilai Bu Nessy lebih tinggi nol koma sekian. Namun kelebihan Bu Siti kenapa kami pilih, karena Bu Siti latar belakangnya pendidikan dan telah memiliki sertifikat perpustakaan, sementara Bu Nessy latar belakangnya dokter gigi, maka kami pilih Bu Siti. Dijamin transparan, buka-bukaan boleh,” tegasnya.

Sebelumnya, Wakil Ketua DPRD Depok, HM Supariyono meminta Walikota Depok, Mohammad Idris agar terbuka dalam melakukan asesmen maupun penunjukkan sekretaris daerah (Sekda). Hal itu, kata dia, penting dilakukan agar tidak ada prasangka yang kurang baik.

“Jika memang tidak bisa dilakukan lelang kedua kali, tentu akan dilakukan penunjukkan langsung. Penunjukkan langsung yang berkaitan dengan barang tentu tidak terlalu banyak menemui kendala, tapi kalau orang ini akan banyak unsur kecurigaan,” ujar Supariyono kepada Jurnal Depok, Senin (18/9).

Ia menambahkan, asesmen maupun penunjukkan langsung sekda nantinya harus mengikuti prosedur yang ada dan jelas.

“Sehingga tidak ada prasangka dari berbagai pihak, kalau dilakukan secara tiba-tiba banyak orang yang merasa dirugikan, kan bisa jadi ramai lagi. Memang sebaiknya terbuka,” paparnya.

Supariyono yang juga menjabat sebagi Ketua Bidang Ekonomi, Keuangan, Industri dan Lingkungan Hidup DPW PKS Jawa Barat mengatakan, sebelum dilakukan asesmen hendaknya pemerintah merilis terlebih dahulu siapa-siapa saja yang akan diikutsertakan dalam asesmen tersebut.

“Tujuannya tak lain agar masyarakat tahu dan bisa memberikan masukan. Misalnya saya yang jadi sekda, kan banyak juga yang tidak suka sama saya, biar masukan itu mengalir juga jadi pertimbangan,” katanya. n Rahmat Tarmuji

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here