Sejuta Obor Terangi Depok

249

Margonda | jurnaldepok.id
Momen peringatan tahun baru Islam 1439 Hijriyah disambut suka cita oleh masyarakat Depok. Mereka merayakan pergantian tahun dengan menggelar pawai obor di pusat hingga pinggiran Kota Depok.

Setidaknya, warga di 63 kelurahan se Kota Depok menggelar pawai obor yang digerakkan langsung oleh remaja masjid, ketua RT, RW hingga komunitas. Jika dikalkulasi, peserta pawai obor bisa mencapai 1 juta lebih, dikarenakan hampir di setiap lingkungan menggelar acara tersebut.

“Ini merupakan cara kami untuk mensyiarkan kepada ummat Islam bahwa tahun baru ummat Islam adalah 1 Muharam. Kami berharap kegiatan ini menjadi syiar dan agenda tahunan di masyarakat,” ujar Dadi HK, Pembina Remaja Masjid Irmada Sawangan, kemarin.

Kegiatan serupa juga dilakukan oleh Remaja Masjid At Taqwa yang tergabung dalam Irema, Sawangan. Lebih dari 600 orang berkeliling kampung guna melakukan pawai obor.

“Masyarakat begitu antusias untuk mengikuti kegiatan ini, lebih dari 600 orang yang ikut. Jadikan tahun baru ini sebagai ajang instropeksi diri dan hijrah menuju kebaikan,” ungkap Ramdhan Kamilin, Ketua Irema.

Hal serupa juga dilakukan ratusan warga Jalan RD Sukarma RT 03/03 Kelurahan Rangkapan Jaya Baru (RJB), Kecamatan Pancoran Mas, Rabu malam (19/9). Mereka tampak antusias mengikuti gelaran pawai obor mengitari seluruh pelosok wilayah setempat.

Ustad Mohammad Sahri salah satu tokoh agama Parung Bingung mengaku bangga dengan tingginya animo masyarakat mengikuti rangkaian kegiatan peringatan tahun baru islam yang dilaksanakan dari sore hingga malam hari.

“Alhamdulillah sangat banyak warga yang berpartisipasi mengikuti rangkaian kegiatan peringatan tahun baru Islam 1439 Hijriah, ini mengisyaratkan bahwa syi’ar Islam di wilayah Parung Bingung masih kuat, ” ungkap Sahri.

Kesibukan juga terlihat oleh walikota-wakil walikota Depok, Mohammad Idris-Pradi Supriatna dalam menyambut tahun baru Islam. Mereka berdua turut menghadiri kegiatan yang sengaja digelar di lingkungan masyarakat untuk memeriahkan tahun baru Islam.

“Selamat tahun baru 1439 Hijriah. Semoga di tahun ini kita senantiasa disibukkan dengan amal kebaikan yang mendekatkan kepada Allah SWT,” tulis Idris di status medsosnya.

Hal serupa juga dilakukan oleh Wakil Walikota Depok, Pradi Supriatna. Di mana, Pradi pun turut menghadiri undangan dari masyarakat untuk bersama-sama memeringati tahun baru Islam di beberapa kecamatan di Kota Depok.

“Jadikan tahun baru ini sebagai momentum perbaikan kinerja kepada masyarakat. Mudah-mudahan, apa yang diniatkan diterima oleh Allah SWT,” katanya.

Ketua Komisi Fatwa MUI Kota Depok, KH Encep Hidayat memaknai tahun baru Islam sebagai ajang rasa syukur atas nikmat panjang umur yang telah diberikan oleh Allah SWT.

“Jadikan tahun baru ini sebagai sarana muhasabah, bahwa usia kita sesungguhnya bertambah. Namun jika dilihat dari sisi apa yang disediakan oleh Allah untuk kita, maka berkurang usia kita satu tahun. Dari itu, bertambahnya usia kita maka harus lebih baik dan bijak,” terangnya.

Selain itu, Encep menilai tahun baru itu harus dimaknai sebagi semangat perjuangan. Karena secara historis momen nabi dan sahabat berhijrah dari Mekah ke Madinah. Semangat di sana adalah bagaimana nabi melakukan strategi-strategi dalam rangka berjuang untuk kepentingan dakwah Islam.

“Dari itu, tahun baru Islam ini harus dimaknai tahun perjuangan bagaimana kita bisa mengubah satu keadaan yang lebih baik. Maknai juga tahun baru ini sebagai semangat perjuangan dan perubahan yang lebih baik,” terangnya.

Dikatakannya, dalam konteks Depok yang unggul, nyaman dan religius adalah misi yang sangat mulia. Dari itu perjuangannya harus menjadi Depok yang nyaman dalam keluarga, unggul dalam SDM dan religius artinya kegiatan keagaam di Depok harus meningkat. n Rahmat Tarmuji

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here