KPAI Soroti Nobar Film G30S/PKI

200
ilustrasi

Margonda | jurnaldepok.id
SMK Muhammadiyah 1 Depok akan menggelar nonton bareng film G30S/PKI. Film ini diwajibkan ditonton guru dan siswa, serta staf sekolah pada Rabu (20/9) malam. Selain nonton bareng film G30S/PKI, siswa akan bermalam di sekolah untuk Qiyamul Lail dengan menghadirkan ulama setempat.

“G30S/PKI itu memang sangat lekat dengan dunia kekerasan. Hemat saya jika anak usia sekolah akan menonton film itu perlu dipertimbangkan urgensinya,” kata Ketua KPAI Susanto.

Ia menuturkan bila ingin memberikan pendidikan untuk anak, sebaiknya berikan film yang memberikan stimulus positif kepada anak.

“Pilihkan film yang berkarakter bagi anak. Itu akan memberikan stimulus positif bagi tumbuh kembang mereka,” ungkapnya.

Sebelumnya, Komisioner KPAI Bidang Pendidikan Retno Listyarti menilai, di film G30S/PKI tersebut, ada adegan kekerasan yang tidak cocok untuk anak-anak.

“Film ini tidak tepat ditonton anak-anak karena penuh kekerasan, seperti penyiksaan dan pembunuhan, bahkan mayat diseret. Di film itu juga banyak diksi yang tidak pas untuk dikonsumsi anak-anak” paparnya.

Imam, seorang staf SMK Muhammadiyah 1 kepada mengatakan acara nonton bareng digelar agar anak-anak muda mengetahui soal Partai Komunis Indonesia dan Gerakan 30 September.

“Banyak anak-anak tidak mengerti gerakan G30S/PKI. Acara ini diadakan agar mereka tahu dan paham,” tandasnya.

Awalnya rencana pemutaran film tentang peristiwa yang tejadi pada dekade 1960an itu berawal dari TNI. Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo mengatakan pemutaran ulang film tersebut bertujuan mengingatkan kepada seluruh bangsa Indonesia tentang peristiwa yang terjadi pada 30 September 1965 silam agar tidak terulang lagi di masa sekarang.

“Saya tidak berpolemik dan hanya meneruskan sejarah yang terjadi saat itu kepada generasi muda, kalau menurut sejarah tidak boleh, mau jadi apa bangsa ini,” kata Gatot dalam keterangan tertulisnya.n Nur Komalasari/*

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here