Walikota Diminta Terbuka

287
HM Supariyono

Kota Kembang | jurnaldepok.id
Wakil Ketua DPRD Depok, HM Supariyono meminta Walikota Depok, Mohammad Idris agar terbuka dalam melakukan asesmen maupun penunjukkan sekretaris daerah (Sekda). Hal itu, kata dia, penting dilakukan agar tidak ada prasangka yang kurang baik.

“Jika memang tidak bisa dilakukan lelang kedua kali, tentu akan dilakukan penunjukkan langsung. Penunjukkan langsung yang berkaitan dengan barang tentu tidak terlalu banyak menemui kendala, tapi kalau orang ini akan banyak unsur kecurigaan,” ujar Supariyono kepada Jurnal Depok, Senin (18/9).

Ia menambahkan, asesmen maupun penunjukkan langsung sekda nantinya harus mengikuti prosedur yang ada dan jelas.

“Sehingga tidak ada prasangka dari berbagai pihak, kalau dilakukan secara tiba-tiba banyak orang yang merasa dirugikan, kan bisa jadi ramai lagi. Memang sebaiknya terbuka,” paparnya.

Supariyono yang juga menjabat sebagi Ketua Bidang Ekonomi, Keuangan, Industri dan Lingkungan Hidup DPW PKS Jawa Barat mengatakan, sebelum dilakukan asesmen hendaknya pemerintah merilis terlebih dahulu siapa-siapa saja yang akan diikutsertakan dalam asesmen tersebut.

“Tujuannya tak lain agar masyarakat tahu dan bisa memberikan masukan. Misalnya saya yang jadi sekda, kan banyak juga yang tidak suka sama saya, biar masukan itu mengalir juga jadi pertimbangan,” katanya.

Namun begitu, Supariyono tidak bisa menapikan jika endingnya nanti seorang sekda akan ditentukan oleh walikota.

“Kalau seperti itu mau bilang apa? Secara hukum kan sah, yang penting memenuhi syarat yang telah ditentukan. Sebagai wakil ketua DPRD kami meyerahkan kepada mekanisme yang telah disepakati dan sesuai aturan yang berlaku, dan terbuka,” ungkapnya.

Sebelumnya Walikota Depok, Mohammad Idris mengatakan jika pihaknya tidak akan membuka lagi lelang jabatan posisi sekda untuk kedua kalinya.

“Tidak ada lelang kedua, sebab kami dikasih waktu Penjabat Sekda (Ibu Wiwid,red) hanya tiga bulan maksimal. Tidak ada toleran, sehingga kami harus percepat,” terangnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, bahwa yang telah mesuk ke panitia seleksi sebanyak 17 dari golongan eselon IIb yang merupakan calon sekda, itu yang di bawah 56 tahun. Namun yang di atas 56 tahun dan belum 58 tahun belum dimasukkan.

“Berarti ada sekitar 25 yang akan diasesmen, dites, diuji kembali, tes kesehatan juga, kalau psykotes sudah selesai. Tinggal masalah ujian tulis dan wawancara. Tidak lagi open biding, tapi penyeleksian dari pansel yang sama. Dari 25 itu nanti akan mengerucut menjadi tiga, maksimal tiga, nanti gubernur yang tanda tangan,” pungkasnya. n Rahmat Tarmuji

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here