Yadair Gelar Sholat Ghaib

373

Laporan: Rahmat Tarmuji
Untuk menumbuhkan rasa empati terhadap krisis kemanusiaan yang dialami suku Rohingya di Myanmar, ratusan siswa Yayasan Darul Irfan (Yadair) melakukan aksi sosial.

Aksi tersebut dimulai dengan Sholat Ghaib berjamaah, dzikir dan tahlil untuk mendoaakan muslim Rohingya di halaman sekolah Yadair.

“Kegiatan diisi juga dengan tausiyah, lalu dilanjutkan dengan penggalangan dana kepada siswa, guru, yayasan dan pengguna jalan. Tujuan penggalangan dana di jalan tak lain untuk syiar agar mereka peduli terhadap saudara kita di Rohingya,” ujar Jamaludin Marzuki, Ketua Dewan Pembina Yayasan Darul Irfan, kemarin.

Jamal yang didampingi dengan Ketua Yayasan Yadair, H Abdullah dan Kepala SMP Islamiyah, Marjuki mengatakan, hasil penggalangan dana tersebut akan diserahkan ke Kecamatan Sawangan yang nantinya diserahkan ke Pemerintah Kota Depok.

“Kami respek sekali kepada walikota terkait surat imbauan agar peduli terhadap Rohingya, Senin (18/9) akan kami serahkan ke Pak Camat untuk selanjutnya diserahkan ke pemerintah kota,” paparnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, bahwa keluarga besar Yadair merasa prihatin dan berduka atas tragedi kemanusiaan yang menimpa suku Rohingya. Dikatakannya, jika Islam yang menjadi minoritas selalu tertindas.

“Sehingga kami bisa membandingkan, minoritas yang ada di Indonesia tidak seperti itu. Ketika Islam mayoritas semua terlindungi, tetapi ketika Islam menjadi minoritas di mana pun akan tertindas. Ini signal bagi ummat Islam di Indonesia agar jangan menjadi minoritas, dan ketika mayoritas kita jangan bertindak arogan dan anarkis,” terangnya.

Kepedulian tersebut, sambungnya, tidak ada kaitannya dengan politis. Yang ada, kata dia, hati yang tergerak ketika saudara-saudara seiman terdzolimi.

“Dari itu kita harus peduli terhadap mereka, kami berharap pemerintah bertindak lebih tegas. Kami juga apresiasi pemerintah yang telah mengirimkan bantuan, namun secara diplomatik pemerintah juga harus memiliki ketegasan,” ungkapnya.

Acara yang diikuti oleh ratusan pelajar itu tak lain untuk meningkatkan rasa kepedulian terhadap sesama muslim.

“Di dalam Islam ada yang namanya saudara sekandung, saudara seagama dan saudara sebangsa dan stanah air. Yang namanya saudara di mana pun ia tersakiti, kami harus peduli. Ini pembelajaran bagi siswa, di mana pun tragedi kemanusiaan kita harus peduli,” pungkasnya. n

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here