Keriaan Betawi Meriah

495

Bojongsari | jurnaldepok.id
Lembaga Usaha Melestarikan Budaya dan Kesenian Kota Depok (Lumbuk) menggelar acara halal bi halal dan keriaan betawi. Acara yang dipusatkan dikediaman Nurul Falah Haz di wilayah Kecamatan Bojongsari berlangsung meriah.

“Alhamdulillah, kami berusaha membangkitkan budaya-budaya Depok tempo dulu, mudah-mudahan ini bisa menjadi nostalgia orang-orang lama dan usaha kami mengenalkan budaya Depok dahulu kepada masyarakat saat ini dapat berjalan lancar, terutama anak-anak mudanya,” ujar Norman Hasra, Ketua Lumbuk Depok, Jumat (15/9).

Ia menambahkan, dalam acara itu pihaknya menghadirkan kesenian berbut dangdang, palang pintu dan aksi kesenian bela diri berupa pencak silat. Tak hanya itu, acara yang sekaligus untuk memeriahkan pernikahan Muammar Aziz dan Reva Ratnasari juga menyajikan musik khas Betawi seperti Ketimpring dan Tanjidor agar kesan naturalnya terasa.

“Kegiatan ini terlaksana atas kerjasama Lumbuk dan Pangsimatoga, organisasi kepemudaan yang ada di wilayah Bojongsari dan Sawangan. Mudah-mudahan budaya Depok tetap terlestarikan dan masyarakat yang belum tahu akan lebih mengetahuinya,” papar pria yang akrab disapa Nunu.

Tak hanya tradisi dan kesenian yang ditampilkan, acara tersebut juga menyuguhkan makanan khas Betawi seperti Kerak Telor, Dodol, Tape Uli, Rarakambang, Geplak, Wajik dan Es Selendang Mayang.

Walikota Depok, Mohmmad Idris yang hadir dalam acara itu mengatakan, sudah sepatutnya kesenian dan kebudayaan Betawi khususnya kebudayaan Depok harus dilestarikan dan dipertahankan.

“Ini menyandingkan hajatan atau keriaan pernikahan. Memang kalau di Depok ini sudah diperwalkan terkait pakian baju pengantin, ini salah satu event untuk mensosialisasikan budaya pakaian pengantin Betawi,” tanggapnya.

Dalam acara itu, Idris sempat memberikan sambutan dan menyaksikan aksi kesenian berebut dangdang yang dimainkan oleh pendekar silat. n Rahmat Tarmuji

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here