Poros Tengah Belum Munculkan Figur

146
Kiri ke kanan, Hasbullah Rahmad, Ade Munawaroh Yasin dan Iwan Sulanjana, mereka merupakan inisiator poros tengah di Pilgub Jawa Barat

Margonda | jurnaldepok.id
Meski kini mulai banyak dilirik oleh partai politik untuk masuk menjalin koalisi, namun poros tengah hingga kini belum memunculkan figure untuk diusung menjadi pasangan calon pada Pilgub Jabar 2018.

Ketua DPW Partai Amanat Nasional (PAN) yang juga merupakan salah satu inisiator poros tengah Pilgub Jawa Barat, Hasbullah Rahmad mengatakan hingga saat ini pihaknya masih intens melakukan komunikasi baik dengan internal maupun eksternal poros tengah.

“Kami dari poros tengah memang belum memunculkan nama, saat ini kami masih merancang konsep secara matang. Bisa saja Aa Gym dimunculkan sebagai calon gubernur dan wakilnya diambil dari poros tengah, kan bisa saja,” ujar Hasbullah kepada Jurnal Depok, Kamis (14/9).

Namun begitu, Hasbullah tidak menapikan ada beberapa nama yang sudah muncul dari poros tengah seperti Iwan Sulanjana dan Dede Yusuf (Demokrat), Uu Ruzhanul Ulum (PPP) dan Desy Ratnasari (PAN).

“Konteks ada dorongan dari internal kader itu sah, karena partai politik menjadi hambar jika tidak memiliki kader yang didorong menjadi calon. Nanti, dalam penetapan calon kami memiliki keriteria yang objektif karena kami ingin menang,” paparnya.

Hasbullah juga tidak menapikan jika nantinya poros tengah memunculkan nama di luar yang sudah beredar saat ini. Begitu juga sebaliknya, poros tengah bisa saja berkoalisi dengan partai yang sudah ada untuk mengusung salah satu calon yang sudah muncul seperti Deddy Mizwar, Ridwan Kamil maupun Dedi Mulyadi.

Lebih lanjut ia mengatakan, poros tengah merupakan gabungan partai untuk nantinya dapat mengusung pasangan calon, karena sebelumya sudah ada wacana koalisi PDIP, Golkar dan Hanura, kemudian juga Gerindra-PKS.

“Kami berinisiatif munculkan poros tengah dengan harapan nantinya ada tiga pasang calon di Pilgub Jabar. Karena kalau dua pasang calon kami rasa resistensinya cukup besar. Kami tidak mau hiruk pikuk Pilgub DKI Jakarta terulang di Jabar,” terangnya.

Ia menambahkan, bahwa kehadiran poros tengah juga untuk menciptakan kondusifitas Pilgub Jabar jika nantinya hanya ada dua pasang calon. Selain itu, pilgub dikatakannya tidak hanya bicara sosok calon akan tetapi lebih membedah tentang konsep visi dan misi Jawa Barat ke depan.

“Kami sadar calon gubernur hanya satu orang begitu juga dengan wakil gubernur, kalau nantinya tidak diambil dari kader partai bukan berarti kami mundur. Caranya, kami rekatkan partai koalisi agar plat fom nya masuk ke dalam rancangan pembangunan ke depan, sehingga kami memiliki blue print yang bisa kami sodorkan ke pasangan calon yang kami usung,” paparnya.

Mantan Anggota DPRD Depok itu juga sepakat, dalam menentukan calon akan menentukan kriteria secara optimal, jika itu terjalin dari kader internal maupun eksternal partai tentu akan rasional dan ukurannya harus menang. n Rahmat Tarmuji

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here